Petahana Mudah Diserang, Ibnu Sina: Suatu Saat Saya Juga Bisa Bikin ‘Uppercut’

Banjarmasin, KP –  Atmosfer perpolitikan di Banjarmasin kian memanas jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. 

Berbagai jurus jitu diluncurkan para kontestan untuk menaklukkan lawan.  Merebut hati warga menjadi tujuan yang utama. 

Tapi jangan salah, ada cara-cara kurang elok yang juga bisa dilakukan. Salah satu adanya kemungkinan Black Campaign alias kampanye hitam.

Tentu ini cara yang tak sehat dalam berpolitik. Tapi sekali lagi yang perlu diingat terkadang ambisi bisa mengalahkan segalanya.

Serangan ini rupanya sudah dirasakan sang petahana, Ibnu Sina. Ibnu sadar, sebagai posisi sebagai petahana sangat mudah diserang, tak hanya di sisi pribadi, tapi juga kebijakan yang dikeluarkan.

“Ya pasti lah ada (Black Campaign). Karena petahana itu bisa dilihat,” ujar Ibnu yang maju kembali sebagai Walikota Banjarmasin berpasangan dengan Arifin Noor sebagai wakilnya, Rabu (16/09/2020).

Ibnu mengibaratnya petahana adalah petarung yang sedang berada di atas ring. Bisa diserang dari segala penjuru. Salah-salah jika tak lihai bertarung bakal jadi sasaran empuk lawannya.

Berita Lainnya
1 dari 1.486
Loading...

“Ibaratnya yang naik di atas ring kan petahana, bisa dilihat dari semua sudut. Kelebihan dan kekurangannya bisa dilihat. Sasaran empuk ibarat main tinju itu dalam posisi terbuka semua,” katanya.

Namun jangan salah ujar Ibnu, berada di atas ring lebih dulu menjadi keberuntungan baginya. Ibarat kata dia sudah memang selangkah. 

Sebab dia sudah memahami dan menguasai medan pertarungan. Sementara, kemampuan yang lain masih menjadi tanda tanya.

“Adapun yang lain kan belum naik ring. Apakah dia bisa bertinju dengan baik, apakah dia punya kelebihan apa tidak ketahuan lagi kan begitu,” bebernya.

Menurut Ibnu, tekni menyerang secara pribadi atau kepada kebijakan yang dikeluarkan petahana untuk memunculkan diri adalah teori sederhana dalam perpolitikan.

“Ketika kita ingin muncul serang aja kebijakan penguasa, serang aja kebijakan pemerintah. Semakin kenceng serangannya kan semakin dikenal,” bebernya. 

Namun sepertinya yang ungkapkan sebelumnya, Ibnu tak bakal mudah ‘baper’ (terbawa perasaan) dalam berpolitik. Ibnu mengaku siap untuk membuat pertahanan. Bahkan bisa saja melakukan serangan untuk menaklukkan lawan.

“Tapi ya biasa aja. Saya juga punya tangan kiri kanan. Yang bisa kemudian melakukan ibaratnya pertahan, ya suatu saat juga bisa bikin uppercut ataupun jab jab dan sebagainya kan gitu,” tukas Ibnu. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya