Deklarasi Cinta Damai Tolak Aksi Anarkis Di Kota Banjarbaru

Banjarbaru, KP – Pejabat Sementara Walikota Banjarbaru Bernhard E. Rondonuwu menghadiri kegiatan “Deklarasi Cinta Damai” tolak aksi anarkis di Kota Banjarbaru.

Deklarasi cinta damai ini dihadiri dan diikuti oleh Dandim 1006 Martapura, Kapolres Kota Banjarbaru, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjarbaru, Kepala Pengadilan Negeri Kota Banjarbaru, Ketua MUI Kota Banjarbaru, Perwakilan dari Himpunan kemahasiswaan se kota Banjarbaru, OKP Kota Banjarbaru, KNPI Kota Banjarbaru, FKBU Kota Banjarbaru, serta ketua LPM Kota Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan di aula Gawi Seberataan Kota Banjarbaru, Rabu (21/10/2020)

Kegiatan penandatanganan komitmen “Cinta Damai” ini merupakan kesepakatan bersama yang ditandangi oleh seluruh elemen, dengan tujuan menjaga toleransi dan saling menghormati untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Kemudian, menolak segala bentuk anarkisme, radikalisme dan intoleransi, serta menolak unjuk rasa anarkis dan berita hoax, sekaligus pernyataan sikap “Kami masyarakat Kota Banjarbaru Cinta Damai”.

Penjabat Sementara Walikota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu menyampaikan ikrar bersama yang diucapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial menjelang Pilkada saja.

Berita Lainnya
1 dari 418

Namun harus dipahami bersama bahwa isi dan makna yang terkandung dalam deklarasi tersebut merupakan pernyataan sikap semua elemen dan seluruh masyarakat Kota Banjarbaru.

“Artinya kita semua harus menyepakati bersama poin-poin dalam deklarasi pada hari ini dan dengan penuh kesadaran bertanggungjawab untuk melaksanakannya,” ujarnya.

Hal tersebut dimulai hari ini hingga proses Pilkada 2020 dinyatakan selesai, pemilihan sehat ini merupakan sebuah penegasan komitmen bagi seluruh pemangku kepentingan pemilihan tahun 2020untuk melaksanakan seluruh tahapan pemilihan dengan mengedepankan kesehatan masyarakat sebagai pemilih, baik oleh penyelenggara maupun peserta pemilihan.

Bernhard mengimbau seluruh partai politik peserta Pilkada 2020, juga mempunyai tanggung jawab moral dalam menciptakan proses pemilu yang berlangsung dengan aman, tertib, damai, jujur dan demokratis. Sebagai peserta pemilu, partai politik merupakan instrumen utama yang menentukan kesuksesan pemilu.

“Momentum deklarasi ini, diharapkan kesanggupan pimpinan partai politik beserta seluruh kadernya untuk melaksanakan pemilihan yang damai dan sehat,” tambahnya.

Tidak hanya pendidikan politik dan demokrasi yang bermoral, namun juga edukasi tentang protokol kesehatan yang harus dibiasakan oleh masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari di tengah pandemi covid-19. (dev/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya