Libur dan Cuti Bersama
Warga Diwajibkan Jalani Tes Keluar-Masuk Daerah

Banjarbaru, KP – Masyarakat Kota Banjarbaru akan menikmati libur panjang dan cuti bersama pada 28-30 Oktober 2020, yang biasanya dihabiskan untuk liburan di tempat wisata.

Hal ini dikhawatirkan menyebabkan kerumunan massa yang berpotensi membentuk klaster baru penyebaran Covid-19.

Untuk mengantisipasi, Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu menghimbau masyarakat Banjarbaru maupun wisatawan yang akan berlibur untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Libur panjang dan cuti bersama, kami berpesan agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, hal ini sebagai upaya bersama menjaga diri kita dan orang-orang di sekitar,” ujar Bernhard, Minggu (25/10) saat mengunjungi pasien Covid-19 di RSDI Kota Banjarbaru.

Bukan hanya itu, beliau juga mengingatkan kepada para pengelola tempat wisata dan tempat usaha lainnya untuk mematuhi ketentuan dalam Perwali Nomor 27 tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Berita Lainnya

Pjs Walikota Tinjau Pelaksanaan Prokes

1 dari 419

Hal ini juga untuk menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri Tito Karnavian Nomor 440/5876/SJ tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020, antara lain: menghimbau masyarakat selama melaksanakan libur dan cuti bersama agar sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan serta melakukan kegiatan dilingkungan masing-masing.

Dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan masing-masing, masyarakat diimbau agar tetap memperhatikan protokol Kesehatan.

Jika pelaksanaan liburan dan cuti bersama dilakukan dengan perjalanan keluar daerah, agar dilakukan test PCR atau Rapid Test untuk memastikan pelaku perjalanan bebas Covid-19 dan bagi yang positif, agar tidak melakukan perjalanan.Setelah kembali dari perjalanan, disarankan kembali melakukan test PCR atau Rapid Test untuk memastikan bahwa pelaku perjalanan tetap dalam keadaan negatif Covid-19.

Setiap daerah agar memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan mengintensifkan Satgas Covid-19. Mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan agar memiliki protokol kesehatan yang baik dan menerapkan protokol kesehatan kepada para pengunjung. Mengatur kegiatan seni budaya dan tradisi non-keagamaan di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi kerumunan masa dalam bentuk apapun dan melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Agar kepala daerah melakukan koordinasi dengan Forkopimda dan Stakeholder lainnya seperti Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pengelola Hotel, Tempat Wisata, Mall dan tempat usaha lainnya serta pihak lain yang dianggap perlu dalam rangka pencegahan dan penegakkan disiplin sesuai dengan aturanr yang berlaku. Dan yang terakhir untuk mengoptimalkan peran Satgas Covid-19 dalam melaksanakan monitoring, pengawasan dan penegakkan hukum. (dev/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya