Ratusan Pelajar yang Terjaring Razia Demo, Akhirnya Kembali ke Orangtua

Banjarmasin, KP – Ratusan pelajar yang diamankan petugas yang diamankan Polisi saat aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law akhirnya dipulangkan setelah dijemput oleh orangtuanya, Jumat (16/10) siang.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afinta membeberkan, bahwa pihaknya telah mengamankan sebanyak 374 orang yang sebelumnya akan mengikuti aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel yang digelar pada Kamis (16/10) kemarin siang.

“Ini merupakan total massa yang kita amankan, ada 104 remaja yang diamankan di Mapolres Kota Banjarmasin dan 270 di Mapolda Kalsel,” bebernya usai melakukan jumpa pers terkait hasil pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa yang berakhir hingga tengah malam tadi.

Menurutnya, sebagian besar massa yang diamankan merupakan anak yang masih berada di bawah umur. Bahkan berdasarkan pantauan Kalimantan Post di lokasi, terdapat 3 orang anak yang masih berusia 13 tahun.

“Mereka kita amankan karena ditakutkan ikut menjadi provokator dalam aksi unjuk rasa mahasiswa,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.593

Pasalnya, aparat kepolisian berhasil menciduk beberapa remaja dalam keadaan mabuk dan membawa miras, petasan bahkan senjata tajam yang ingin menyusup dalam rombongan mahasiswa.

“Ketika kita tanya satu persatu, hampir seluruh anak yang masih termasuk siswa sekolah ini tidak memahami malah tidak mengetahui apa itu Omnibus Law,” ujarnya.

Oleh karena itu, orang nomor satu di wilayah hukum provinsi Kalimantan Selatan ini mengaku harus memanggil setiap orangtua dari seluruh siswa yang diamankan untuk menjemputnya ke Mapolres Kota Banjarmasin dan Mapolda Kalimantan Selatan.

“Setelah dilakukan pendataan, mereka wajib dijemput oleh orang tuanya jika ingin keluar dari sini,” tegasnya.

Selain diamankan, pihaknya juga melakukan tes urin kepada seluruh remaja tersebut. Alhasil sebanyak 4 orang laki-aki dan 1 orang perempuan yang terdeteksi positif menggunakan narkoba. Bahkan juga terdapat 1 orang yang kedapatan membawa senjata tajam.

“Untuk mereka yang positif ini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk yang membawa senjata tajam,” tukasnya.

Sebelumnya, ratusan remaja itu juga wajib menjalani rapid test atau pemeriksaan antibodi sebagai screening awal dalam upaya pendeteksian virus Corona.

“Ada 5 orang yang reaktif, jadi mereka ini akan dilakukan pemeriksaan swab di rumah sakit terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Jika negatif diperkenankan untuk kembali ke keluarga, tapi kalau hasilnya positif Covid-19, mereka akan diisolasi di rumah karantina sebagai proses penyembuhan,” pungkasnya.(zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya