Korban Kebakaran Kotabaru Bakal Dapatkan Alokasi Anggaran Sewa Rumah

Kotabaru, KP – 152 Kepala keluarga korban kebakaran ahir bulan Oktober kemarin, di tengah kota kabupaten Kotabaru, bakal mendapatkan alokasi anggaran sewa rumah dari pemkab Kotabaru.

Sebagaimana pemerintah Kabupaten Kotabaru akan mengalokasikan anggaran untuk sewa rumah bagi para korban musibah kebakaran yang menghanguskan 126 rumah di lima RT Jl Patmaraga Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulaulaut Sigam.

Hal tersebut dibicarakan pada rapat koordinasi penanganan pasca bencana 9/11, dihadiri Penjabat Sementara Bupati Kotabaru M Syarifuddin, Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, Sekda Kotabaru H Said Akhmad Assegaf, dan unsur Forkopimda serta SKPD terkait.

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan, “Pada rapat koordinasi kali ini, menghasilkan beberapa kesimpulan terkait penanganan pasca bencana, baik untuk jangka pendek, pun jangka panjangnya.

Untuk penanganan jangka pendek, selain pendirian dapur umum dan pemberian bantuan-bantuan berupa makanan ringan, pakaian dan obat obatan, kita akan mengalokasikan dari APBD untuk biaya sewa rumah bagi para korban dalam tiga bulan ke depan.

Terkait ini diperlukan Surat Keputusan (SK/TD) tanggap darurat, terkait bencana dari bupati, setelah itu akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) dari APBD untuk mengalokasikan dana sewa rumah untuk tiga bulan bagi warga terdampak kebakaran.

Berita Lainnya
1 dari 140

Sesuai dengan leading sector, anggarannya melalui BPBD Kotabaru, yang besarannya akan dihitung sesuai kemampuan keuangan daerah.

Kemudian untuk penanganan jangka panjangnya, akan dilakuan penataan dengan pembangunan kembali rumah dengan konsep ramah lingkungan, seperti memiliki akses jalan yang mudah dilalui jika terjadi sesuatu bencana.

Untuk itu, kepada Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat Kotabaru membuat DED (Detail Engineering Design) yang akan dijadikan sebagai masterplant untuk pembangunan di kawasan terbakar,” beber Syairi Mukhlis.

Dikatakan bahwa rencana tersebut di laksanakan jika masyarakat, korban, memang menyetujuinya. Kembali hal ini diserahkan kepada masyarakat, jika memang setuju, maka pemerintah daerah akan segera melakukannya dengan beberapa opsi, pertama akan mengajukan pembangunan ini melalui APBN. Opsi kedua, menggunakan dana kompensasi dari perusahaan SILO, tergantung yang mana lebih cepat untuk direalisasikan.

Mengenai draft site plan didasarkan pada pendataan, dari luas tanah yang diperlukan kurang lebih 1,2 hektare dengan lahan perunit 72 meter persegi (6×12) dan bangunannya tipe 36.

informasi data sementara diketahui dari 126 rumah yang menjadi korban bencana kebakaran ini, sudah ada 122 unit yang menyetujui adanya rencana program tersebut. diharapkan sosialisasi optimal kepada warga dengan melibatkan camat dan Lurah,” ujar Syairi Mukhlis. (and/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya