Noormiliyani: Bazar KNPI Langkah Cemerlang di Masa Pandemi

Marabahan, KP – Peringatan Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020 di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (02/11/2020), berisi berbagai rangkaian. Selain diisi deklarasi damai anti anarkisme dan pemberian penghargaan kepada bupati dan para anggota forkopimda acara juga dirangkai ziarah ke taman makam pahlawan.

Lebih surprizenya, kegiatan yang diprakarsai DPD KNPI Batola ini juga menyuguhkan gelaran Bazar UMKM.

Melalui kemasan pekan pemuda kegiatan diselenggarakan di kawasan Kafe Kontainer Marabahan ini melibatkan berbagai usaha warga yang sebagian besar para generasi muda.

Pekan Pemuda Bazar UMKM yang pembukaannya dilakukan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS ini menyuguhkan aneka kerajinan, keterampilan, dan kreativitas seperti aneka tanaman kaktus mini, kerajinan tangan, kain sasirangan, aneka makanan, hingga bonsai akar senggani untuk aquascep yang di masa pandemi ini lagi naik daun.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS di sela peninjauan mengaku senang dan bangga atas prakarsa serta kreativitas yang digagas para pemuda yang terhimpun dalam KNPI Batola ini.

Penggemar tanaman hias tersebut menilai konsep bazar yang ditampilkan ini sangat tepat di masa pandemi dalam upaya membantu perekonomian para UMKM.

“Kita tahu bersama di masa pandemi para UMKM sangat memerlukan bantuan baik permodalan, promosi, pemasaran, termasuk pelatihan,” ucap Noormiliyani.

Berita Lainnya
1 dari 195

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu menyatakan, sekecil apa pun bantuan di saat sulitnya perekonomian ini tentunya sangat dibutuhkan dalam mendorong pengembangan usaha. 

Ketua DPD KNPI Batola, Hery Sasmita mengutarakan, dilaksanakannya gelaran Bazar UMKM  karena di masa pandemi Covid-19 ini dinilai sangat membantu para UMKM yang penghasilannya mengalami penurunan drastis.

“Kami berharap melalui gelaran ini bisa membantu memasarkan produk para UMKM tersebut kepada masyarakat Batola,” harapnya.

Hery menceritakan, tadinya pihaknya berencana selain menggelar bazar UMKM di pekan pemuda ini juga melaksanakan job fair namun gagal lantaran tidak ada perusahaan yang membuka lowongan kerja.

“Awalnya kami berniat membuka lowongan bagi masyarakat di masa perekonomian sulit ini. Tapi ternyata pihak perusahaan tidak membuka lowongan. Bahkan dari mereka banyak yang mengurangi karyawan,” ujarnya.

Pun demian, Hery nampaknya tak patah arang dan berencana tahun berikutnya akan berusaha mewujudkan rencana pelaksanaan job fair tersebut.

“Pekan pemuda ini akan menjadi acara tahunan. Tentunya tahun yang akan datang akan ada bazar UMKM dan job fair yang sangat besar,” rencananya. (ang/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya