Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Nasional Pengendalian Inflasi Daerah

×

Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Nasional Pengendalian Inflasi Daerah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260806 WA0008

PALANGKA RAYA. Kalimantanpost.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual dari Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (4/8/2026).

Rakor di lingkungan Pemerintah Kalteng dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko.
Agenda dihadiri yang mewakili Kepala Biro Perekonomian, Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Fanny Kartika Oktavianti, bersama perangkat daerah terkait dan instansi vertikal.

Kalimantan Post

Dalam paparannya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan pada Juli 2026 secara nasional terjadi deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month-to-month) dengan inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,88 persen.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, sebanyak 11 provinsi mengalami inflasi dan 27 provinsi mengalami deflasi. Sementara itu di Kalteng tercatat inflasi bulanan sebesar 0,23 persen.

BPS juga mengingatkan sejumlah komoditas yang masih perlu menjadi perhatian dalam upaya pengendalian inflasi, yakni beras, bawang putih, dan minyak goreng.

Di sisi lain, harga bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras menunjukkan tren penurunan.

Sementara itu, Kantor Staf Presiden (KSP) melaporkan Pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan strategis, terutama beras dan jagung pakan ternak yang masih memerlukan perhatian.

Pemantauan juga dilakukan terhadap komoditas lain seperti bawang putih, MinyaKita, gula pasir, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Melalui Rakor tersebut, Pemerintah Pusat mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan distribusi pangan, optimalisasi cadangan pangan pemerintah.

Dan sebagai penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di seluruh wilayah Indonesia.(drt/KPO-3)

Baca Juga :  Rakor Karhutla, BNPB Janji Bantu Pesawat Water Bom dan Pesawat OMC.
Iklan
Iklan