Normalisasi Sungai Banjarmasin Diusulkan Rp 28 miliar

Anggaran itu diusulkan sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan masyarakat hasil Musrenbang yang sifatnya bottom up, aspirasi masyarakat ke Pemko Banjarmasin

BANJARMASIN, KP – Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika mengatakan dalam tahun anggaran 2021 pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp 28 miliar untuk meneruskan program rutin penanganan dan normalisasi sungai di kota ini.

“Anggaran itu diusulkan sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan masyarakat hasil Musrenbang. Jadi sifatnya bottom up, aspirasi masyarakat ke Pemkot Banjarmasin,” kata Windiasti.

Hal itu dikemukakannya kepada awak media usai pembahasan KUA/PPAS APBD tahun 2021 dengan Badan Anggaran DPRD Banjarmasin.

Windiasti mengakui, kendati tidak sebesar anggaran untuk proyek perbaikan jalan dan jembatan, namun ia memastikan program yang berkaitan dengan sungai akan tetap berjalan maksimal.

“Meski program ini direalisasikan secara bertahap karena terbatasnya anggaran. Sementara sungai di Banjarmasin yang harus dinormalisasi jumlahnya tidak sedikit,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 1.824

Terpisah Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, HM Yamin menyatakan mengapreasi program tersebut.

Dihubungi {KP} Kamis (5/11/2020) ia mengatakan, sebagai kota berjuluk Seribu Sungai, sudah sepantasnya Pemko Banjarmasin terus meningkatkan penanganan sungai di kota ini.

Kendati sebelumnya ia mengungkapkan, penyediaan anggaran untuk melaksanakan normalisasi sungai yang diusul DPUPR itu sempat dipertanyakan sejumlah anggota badan anggaran dewan karena dinilai relatif kecil.

“Kami sempat tanyakan apakah cukup dengan dana diusulkan itu,” ujarnya.

Yamin mengatakan, Banjarmasin yang dikenal sebagai kota berjuluk ‘seribu sungai’ , program normalisasi sungai yang diharapkan mampu meningkatkan parawista itu haruslah dijadikan skala prioritas.

Apalagi program yang dilaksanakan selama ini, masih banyak sungai di Banjarmasin yang belum mendapatkan perhatian, terutama terhadap sungai di wilayah pinggiran.

“Kondisi ini tentunya sangat bertolak belakang dengan keinginan kita bersama yaitu mewujudkan julukan kota sungai terindah di Indonesia,” demikian kata wakil pimpinan dewan dari Fraksi Partai Gerindra ini. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya