Orang Miskin Sekaligus Berpeluang Jadi Pahlawan

Kondisi yang sangat memprihatin pada generasi penerus bangsa, sebagian pemuda yang suka ngelem main game hingga hal-hal perbuatan negartif pemuda, namun ingkar akan tanggungjawabnya

BANJARMASIN, KP – Warga miskin pun bisa menjadi Pahlawan, paling tidak sekarang sudah menjadi pahlawan bagi keluarganya. Hal inipun muncul dalam dialog kepahlawanan 9 Nopember yang digelar dialoh delam memaknai kepahlawanan Pemuda Panca Marga Kalsel, di Gedung LVRI Jalan Brigjeb Hasan Basri Banjarmasin.

Kegiatan dialog yang menghadirkan pembicara Drs H Zulkipli MP, Ketua Ikatan Alumni Lemhanas Kalsel, Prof H Hermansyah yang mewakili akademi juga Letkol Purn L Hignus Suridi yang juga Ketua DPD LVRI Kalsel juga Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Pemuda Panca Marga Kalsel Dra Hj Fatimah Adam.

Kegiatan dialog yang diikuti organisasi Pemuda di Kota Banjarmasin, sebelumnya dilaksanakan pagelaran aneka seni yang dipersembahkan kulaan Bubuhan Banjar (KBB) dari mulai tarian tradisional musik panting yang diakhiri dialog kepemudaan hingga mengupas kepahlawanan yang sampai sekarang kurang diperhatian sehingga mendorong keprihatinan.

Bahkan salah seoarang peserta mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi pada generasi penerus bangsa, yang saat ini selain suka ngelem juga main game hingga hal-hal negartif yang sehingga pemuda yang selama ini tampak bertanggungjawab terapi dibalik sikapnya justru meracuni pemuda lainnya.

Menurutnya, tepat pada tanggal 9 November 1945, masyarakat Kalimantan Selatan banyak yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan di wilayahnya sendiri.

Berita Lainnya
1 dari 1.802

“Banyak pejuang kita yang gugur dalam pertempuran besar yang terjadi di Benteng Tatas (sekarang menjadi Masjid Sabilal Muhtadin), tapi perhatian pemerintah sangatlah minim terkait hal ini,” ungkapnya, Senin (9/11) siang.

Letkol Purn L Hignus Suridi menjelaskan, memang tanggal 10 November adalah hari pahlawan nasional. Namun seharusnya masyarakat Kalsel khususnya pemerintah daerah harus memberitahukan kepada generasi muda jika satu hari sebelum perayaan Hari Pahlawan Nasional itu adalah hari perjuangan masyarakat untuk merebut kemerdekaan di Bumi Lambung Mangkurat dari tangan penjajah, yakni Belanda.

“Hari pertempuran 9 November ini harus diketahui generasi muda, jangan sampai dilupakan. Apa yang kita rasakan saat ini merupakan buah dari perjuangan para pahlawan yang gugur dalam pertempuran 75 tahun silam,” jelasnya.

Bahkan, ia menambahkan, tidak ada yang memperingati hari pertempuran masyarakat kalsel itu selain keluarga dari pejuang. Sehingga, dia berharap kedepannya pemerintah bisa memikirkan terobosan agar generasi milenial bisa mengetahui dan menghargai apa yang sudah dilakukan para pahlawan perjuangan di Kalsel.

Hal senada juga disampaikan pembicara Drs H Zulkipli MP menyampaikan bahwa pejuang kemerdekaan di Kalsel. “Perjuangan ayah-ayat kami hanya diperhatikan oleh para TNI, sedangkan untuk pemerintah sendiri sangatlah minim perhatiannya. Hanya segelintir orang yang menghargai hasil kemerdekaan para pejuang kita,” bebernya.

Ia menekankan, bagi generasi penerus bangsa, jangan melupakan sejarah perjuangan. “Jangan anggap mereka (pejuang 9 November) ini mati sia-sia. Mereka berjuang demi kemerdekaan di Kalsel,’’katanya. (vin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya