Pao Lipat ala Warung Kulihan dengan Rasa Gurih

Banjarmasin, KP – Bakpao merupakan makanan tradisional dari Tionghoa, namun kudapan ini semakin populer di Indonesia. Bakpao sendiri diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di Indonesia. 

Pao itu berarti bungkusan, dan bak itu artinya daging, jadi bakpao berarti bungkusan yang berisi daging. Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu yang diberi ragi untuk mengembangkan adonan, setelah diberikan isian, adonan dibiarkan sampai mengembang lalu di kukus sampai matang. 

Untuk isinya bermacam-macam, tak hanya diisi daging, tapi juga ada yang diisi kacang tanah, kacang hijau, kelapa parut yang diberi gula merah, daging ayam, dan lain-lain.

Sekarang, jenis kuliner yang satu ini muncul dengan tampilan dan rasa berbeda. Namanya Pao Lipat. Jika Bakpao rasanya cenderung manis, nah, Pao Lipat ini rasanya gurih dengan campuran rempah dan bumbu.

Salah seorang pelaku UMKM , yang menjual Pao Lipat di Banjarmasin, Muhammad Ichsan mengungkapkan, ia awalnya memulai membuat Pao Lipat bersama teman- tamannya sekitar tahun 2000-an.

“Dulu, sama teman-teman ngeband sering ngumpul. Kami juga buka cafe di kawasan Minggu Raya, Banjarbaru. Salah satu menu andalan kami adalah Pao Lipat ini,” tutur Ichsan kepada Kalimantan Post, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya, ide membuat Pao Lipat ini sebagai bentuk kreativasnya bersama teman-teman bandnya yang juga memiliki hobi yang sama di bidang kuliner. Apalagi, saat itu usaha makanan, khususnya cafe mulai bermunculan di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 515

“Waktu itu, kebanyakan orang kan membuat Pao bentuknya bulat dan rasanya dominan manis. Agar tampil beda dan menarik pasar, lalu kami olah dengan tampilan yang baru, yakni dengan dilipat agar menarik pembeli dan rasanya dibuat gurih,” ujarnya.

Pao Lipat olahan Ichsan ini isiannya terdiri dari sayur-sayuran, bumbu rempah dan daging ayam. Harganya dijual Rp 10.000. “Isinya ada daun selada, mentimun, tomat, daging ayam, dengan tambahan mayonese dan saus tomat dan sambal. Kalau tambah telur, harganya Rp 12.000,” jelasnya.

Saat ini, Ichsan membuka usahanya di jalan Pangeran Samudera, tepatnya di depan Toko Orion, samping Mesjid Noor, Banjarmasin.

“Buka setiap hari, dari jam 5 sore sampai jam 10 malam. Kecuali hari Kamis kami libur. Khusus hari Minggu buka jam 10 pagi sampai jam 5 sore,” ujar Ichsan yang dibantu isterinya dalam menjalankan usahanya.

Ichsan mengatakan, selain menjual langsung, ia juga melayani penjualan secara online. Selain itu, ia juga mempromosikannya di media sosial Instgram dengan nama warung_kulihan.

“Dalam sehari, biasanya kita memerlukan bahan 2kg tepung terigu, itu menghasilkan 35 buah Pao Lipat. Tapi, itu juga bisa tidak habis terjual. Pasang surut juga, apalagi masa pandemi ini,” imbuhnya.

Khusus hari Minggu, lanjut Ichsan, ia membuat adonan lebih banyak dari hari lainnya. “Nah, kalau hari Minggu pelanggan yang datang lumayan banyak,” kata Ichsan, yang mulai usaha Pao Lipat di Banjarmasin mulai tahun 2016. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya