Pekan Ini, Harga Cabai Turun Cukup Signifikan

Banjarmasin, KP – Harga cabai terpantau turun cukup signifikan di pasar tradisional di Banjarmasin. Sejumlah pedagang mengatakan, turunnya harga cabai dipengaruhi pasokan yang kembali meningkat karena panen.

Seperti dikatakan Marni, seorang pedagang di Pasar Lama, Banjarmasin. Menurutnya, harga cabai hari ini turun dibanding harga minggu lalu.

“Kita ngambil dari pasar induk di Pasar Antasari, harga cabai rawit hari ini Rp 35 Ribu per kg, padahal minggu lalu harganya Rp 45 Ribu per kg. Mungkin bulan-bulan ini petani sudah mulai panen lagi,” katanya kepada Kalimantan Post, Jumat (6/11/2020).

Demikian pula, lanjut Marni, jenis cabai lainnya turut mengalami penurunan harga dalam sepekan terakhir. Seperti jenis cabai keriting, cabai tiung, cabai merah besar dan cabai taji.

“Untuk harga cabai keriting hari ini Rp 20 Ribu per kg, pada minggu lalu masih di kisaran harga Rp 28 Ribu per kg,” jelasnya.

Sementara, untuk cabai merah besar, kata Marni lagi, harganya saat ini Rp 24 Ribu per kg, padahal minggu lalu sempat menyentuh harga Rp 35 Ribu per kg.

Berita Lainnya

Bak Sampah Dari Drum Bekas Bisa Bertahan Lama

Pemerintah Daerah Diminta Fokus Pemulihan Ekonomi

1 dari 519

“Kalau jenis cabai taji penjualan hari ini di harga Rp 11 Ribu per kg. Turun juga dibandingkan minggu lalu yang harganya masih Rp 15 Ribu per kg,” tambah Marni.

Disebutnya, musim panen dan cuaca sangat mempengaruhi harga komoditi, dari tingkat pedagang besar hingga ke pedagang eceran seperti dirinya.

“Kalau petani lagi panen, pasti stok melimpah yang menyebabkan harga jual turun, seperti harga cabai dalam minggu-minggu ini,” ujarnya.

Namun, jenis komoditas lainnya, khususnya buah tomat, justru mengalami kenaikan harga. “Tomat hari ini naik, lebih dua kali lipat. Minggu lalu harganya masih Rp 5 Ribu per kg, tapi hari ini harganya mencapai Rp 13 Ribu per kg,” terangnya.

Penurunan harga cabai juga dirasakan Sari, pedagang lainnya di Pasar Lama.

“Iya, harga cabai turun kurang lebih seminggu terakhir ini. Biasanya lagi panen, jadi persediaan melimpah,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai minat konsumen di tempatnya berjualan, ia mengatakan tidak menentu. “Tak bisa ditebak, kadang ramai kadang juga sepi,” imbuhnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya