Pemuda Kotabaru Dibunuh Gara-gara Tak Pinjami Uang

Awalnya kami tak mau ribut, karena korban berkata demikian membuat kami tersinggung dan langsung naik pitam

BANJARMASIN, KP – Motif di balik pembunuhan terhadap Muhammad Sapii (19), rupanya hanya soal sepele, yakni tersinggung gara-gara tak dipinjami uang.

Jailani alias Utuh (30) dan Herman (30), kemudian kalap mata dan menganiaya korban hingga tewas bersimbah darah.

Namun tidak membutuhkan waktu lama, kedua pelaku dibekuk petugas saat berada di sekitaran Jalan Bumi Mas Raya Banjarmasin Selatan, Rabu dinihari (11/11/2020), sekitar pukul 01.30 WITA.

Dua pelaku tersebut kemudian digiring ke Mapolsekta Banjarmasin Selatan untuk diamankan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kepada wartawan, tersangka Herman mengaku hanya membantu Jailani untuk meminjam uang Rp500 ribu kepada korban yang baru dikenalnya beberapa hari. Tapi, korban tak mau memberikan pinjaman dan berkata “kalau saya tidak mau pinjami uang, kalian mau apa”, kepada Jailani.

“Awalnya kami tak mau ribut, karena korban berkata demikian membuat kami tersinggung dan langsung naik pitam. Lalu memukul korban dengan kayu ulin,” ungkapnya di Mapolsek Banjarmasin Selatan, Rabu (11/10/2020).

Ketika itu korban sempat melawan, namun keburu dihujani tebasan mandau. “Lalu kami kabur apalagi ada orang yang datang saat itu,” ujarnya.

Berita Lainnya

John Lee Cs Ringkus Pengedar Shabu

1 dari 994

Sementara itu, Kapolsekta Banjarmasin Selatan Kompol H Idit Aditya didampingi Kanit Reskrim Iptu Sunarto mengatakan, saat hendak ditangkap

kedua tersangka ini melakukan perlawanan.

“Akibatnya kedua tersangka mendapatkan hadiah timah panas di kaki sebelah kanan,” sebutnya.

Dua pelaku pembunuhan tersebut diamankan tak jauh dari lokasi kejadian oleh tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan diback-up Ops Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Unit Resmob Direktorat Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Kalsel.

Selain kedua pelaku, petugas juga mengamankan senjata tajam (sajam) jenis Mandau lengkap dengan kumpang, potongan Kayu, dan baju dan celana korban untuk dijadkan barang bukti.

Dikatakannya, tersangka Jailani atau Utuh merupakan warga Jalan Pandulangan RT 03 Kecamatan Tambaran Kabupaten Tapin, sedangkan Herman beralamat tinggal di Desa Andika RT 03 Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin.

“Keduanya sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat III Hoegeng Iman Santoso Banjarmasin, lalu dibawa ke Mapolsekta Banjarmasin Selatan,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, pemuda Jalan Pasar Selasa RT. 003 kelurahan Geronggang Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru tersebut, ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar kosnya, di Jalan Bumi Mas Raya Komplek Bumi Persada Gang Patra Indah III RT 009 RW 01 Banjarmasin Selatan, Sealasa malam (10/11/2020) sekitar pukul 20.00 WITA.

Peristiwa berdarah itu pertama kali diketahui warga sekitar bernama Zulkifli (69), yang kebetulan rumahnya bersebelahan dengan kosan korban. Kemudian bersama warga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.(fik/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya