Simulasi Belajar Tatap Muka di Banjarmasin Dihentikan

Selama dilakukan simulasi belajar tatap muka, tidak ada siswa yang sakit dan penghentian ini dikarenakan siswa akan menghadapi ujian akhir

BANJARMASIN, KP – Setelah berjalan selama sepuluh hari, simulasi sistem pembelajaran tatap muka yang dilakukan di beberapa sekolah yang ada di Kota Banjarmasin akhirnya dihentikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, keputusan tersebut diambil bukan disebabkan adanya siswa yang sakit.

“Selama dilakukan simulasi belajar tatap muka, tidak ada siswa yang sakit. Tapi penghentian ini dikarenakan siswa akan menghadapi ujian akhir dan libur semester,” ucapnya pada awak media usai melakukan rapat evaluasi simulasi pembelajaran tatap muka bersama anggota K3S tingkat SMP di SMPN 23 Banjarmasin, Kamis (26/11) siang.

Menurutnya, pelaksanaan simulasi belajar tatap muka akan berakhir pada Senin, 30 November 2020 mendatang, setelah itu, siswa akan menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) pada Desember nanti yang digelar secara daring.

“Simulasi ini akan kita hentikan. Tinggal menyambut pembelajaran tatap muka tahap transisi pada Januari 2021, sesuai revisi keputusan SKB 4 Menteri,” tukasnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.967

Disamping itu, pria dengan sapaan Totok itu menyatakan, seluruh SMPN di Banjarmasin siap menggelar tahap transisi, karena selama tahap simulasi berjalan lancar.

Dimana sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim, seluruh sekolah negeri harus menyediakan layanan tatap muka. Meskipun sebenarnya sisa tidak diwajibkan turun, sesuai dengan izin orangtua.

“Masa transisi kita gelar 2 bulan. Kita diminta menyediakan layanan tatap muka. Tapi kalau orang tua tidak mengizinkan silahkan,” imbuhnya.

Untuk pola yang akan diterapkan nanti saat memasuki masa transisi, Totok mengklaim telah menemukan pola yang pas.

Seperti jam belajarnya akan ditingkatkan menjadi empat jam efektif dari sebelumnya hanya memakai tiga jam.

Kemudian untuk kapasitas ruangan akan ditingkatkan menjadi 50%, dan tidak lagi menggunakan sistem paralel.

“Jadi murid akan diatur sistem shift. Artinya setiap murid akan turun 3 kali dalam satu minggu,” pungkasnya.(Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya