Banjarmasin Tuan Rumah Pertama Festival HAM Tahun 2020 di Luar Jawa

Road Map Kota Inklusi Pertama dan Praktik Baik dalam Penerapan HAM

Banjarmasin, KP -Perjalanan Kota Banjarmasin menuju tuan rumah Festival Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2020 sangatlah panjang, diawali ketika Kota Seribu Sungai itu menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas, dimana Peraturan Daerah tersebut terbit lebih dulu 3 tahun dibandingkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Dalam implementasinya pun, Walikota Banjarmasin mengeluarkan Surat Keputusan Walikota Banjarmasin Nomor 860 Tahun 2018 tentang Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Peduli Disabilitas dan berbuah pada terwujudnya Banjarmasin menjadi kota pertama di Indonesia yang meluncurkan Road Map Kota Inklusi.

Penetapan Banjarmasin sebagai tuan rumah Festival HAM 2020 ini pun mengacu pada tiga hal penting yakni terdapar komitmen yang sungguh-sungguh dari Walikota Banjarmasin dan jajarannya Kemudian Banjarmasin memiliki praktik baik dalam menerapkan nilai-nilai HAM yaitu Banjarmasin sebagai kota inklusi, kota toleran, kota peduli kelompok rentan, kota peduli lingkungan.

Terakhir karena kota Banjarmasin telah aktif mengikuti kegiatan festival HAM yang digelar Komnas HAM, INFID, KSP, RWI dan jaringan kerjanya pada tahun-tahun sebelumnya.

Berita Lainnya

Sekda Definitif Terhalang Rekom Gubernur

1 dari 3.564

Sementara itu, kegiatan festival HAM tahun 2020 di Kota Banjarmasin terbagi menjadi dua yakni Konferensi dan Nonkonferensi, dimana kegiatan konferensi terdiri dari 4 diskusi pleno, 8 diskusi paralel, 6 side event dan deklarasi.

Adapun kegiatan non konferensi berupa pentas seni budaya virutal, pameran hasil karya rakyat virtual, dan kunjungan ke tempat-tempat yang telah berhasil

mempraktikkan nilai-nilai HAM dengan baik secara virtual.

Digelar sejak tanggal 17 hingga 19 Desember 2020, Festival HAM di Banjarmasin tersebut mengangkat tema, “Menegakkan HAM di Masa Pandemi Covid-19: Tantangan dan Solusinya”. Tema tersebut dipilih karena pada tahun 2020 ini seluruh dunia termasuk Indonesia khususnya di Banjarmasin sedang dilanda wabah virus korona (Corona Virus Disease) tahun 2019 atau Covid-19) yang muncul sejak tahun 2019 di Wuhan, China.

Covid-19 telah merusak tatanan kehidupan masyarakat di semua bidang. Virus ini pun telah memberikan dampak langsung dan tak langsung terhadap kehidupan manusia di segala bidang, terutama di bidang kesehatan, ekonomi dan sosial.

Negara telah mengambil langkah-langkah dengan membuat beragam kebijakan dan implementasinya agar tata kehidupan masyarakat tetap bisa berjalan dan stabil. Meskipun demikian tidak semua kebijakan dan implementasinya yang dilakukan negara telah sesuai dengan prinsip-prinsip HAM. (k-11/adv)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya