Gegara Cuaca, Progres Jembatan Pulau Bromo jadi Terlambat

Semoga usaha warga yang ada di Pulau Bromo bisa berkembang dengan adanya jembatan itu.

BANJARMASIN, KP – Proyek pembangunan Jembatan Pulau Bromo, Kota Banjarmasin saat ini mengalami keterlambatan capaian yang sudah ditargetkan sebelumnya per tanggal 14 Desember 2020.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Bidang Pembangunan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Thomas Sigit Mugianto mengatakan, keterlambatan yang terjadi itu diakibatkan adanya cuaca buruk yang menjadi kendala bagi para pekerja untuk menjalankan tugasnya.

Selain itu, kondisi pasang surut aliran air sungai yang memisahkan pulau yang berada di ujung Kota Banjarmasin ini juga sangat mempengaruhi proses pengerjaan.

“Cuaca buruk yang belakangan terjadi sangat berpengaruh terhadap capaian pembangunan,” ucapnya pada awak media di sela pemantauan proses pengerjaan jembatan yang berlokasi di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu, Senin (14/12) siang.

Pasalnya, saat ini proses pembangunan jembatan tersebut hanya mencapai 96,075 persen dari target awal yang persentasenya sebesar 97 persen.

“Ini kita maklumi karena kondisi yang terjadi ini terjadi akibat adanya faktor alam yang menjadi kendala. Karena sekarang sudah memasuki musim penghujan ditambah kondisi air sungai yang pasang surut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, surutnya air sungai membuat kapal tongkang tidak bisa menyeberang untuk mengangkut material untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan pulau terluar di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Terpaksa kita harus menunggu air pasang untuk membawa ke seberang,” tukasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap optimis fasilitas penyeberangan yang dibangun dengan model jembatan gantung itu akan selesai tepat waktu dengan target awal, yakni 30 Desember 2020.

“Untuk pengerjaan utamanya akan selesai di akhir Desember, jadi tinggal mengerjakan yang sisa-sisa pekerjaan pelengkap saja,” imbuhnya

Jembatan yang dicanangkan akan menjadi salah satu ikonik bagi Kota Seribu Sungai ini juga akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin pada tanggal 30 Desember.

“Kita tentu berharap jembatan ini bisa selesai sebelum tanggal 30 Desember,” ujarnya.

Sehingga, ia menambahkan, jembatan tersebut bisa benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dalam keperluan sehari-hari.

Berita Lainnya
1 dari 2.162

“Bukan hanya jembatan yang kita bangun, tapi juga dilengkapi dengan RTH (Ruang Terbuka Hijau) dan halaman parkir untuk kendaraan roda dua dan sepeda di bawah sana,” tambahnya sambil menunjuk ke arah lahan yang akan dijadikan lapangan tersebut.

Sementara itu, Manager Pelaksana Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Bromo, Mustafa melanjutkan, saat ini pihaknya tinggal mengerjakan pekerjaan penunjang saja.

“Pekerjaan utama seperti pondasi, tiang utama, jalan pendekat dan komponen utama lainnya untuk jembatan gantung ini sudah selesai. Jadi sekarang kita lagi memasang pagar dan beberapa segmen jembatan yang belum selesai, termasuk finishing seperti pengecatan,” paparnya.

Ia mengklaim, pengerjaan finishing yang ia maksud tersebut juga ditargetkan selesai sepenuhnya pada 30 Desember mendatang.

“Yaa paling lambat sekitar dua mingguan ini akan selesai semuanya, tapi ini juga tergantung dengan kondisi cuaca,” imbuhnya.

Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Mengingat, saat ini cuaca di kota Banjarmasin sudah memasuki musim penghujan. Tentunya kondisi cuaca cukup berpengaruh terhadap progres pengerjaan, khususnya keselamatan para pekerja.

Kendati demikian, dalam pelaksanaan ini pihak kontraktor alan mengebut pekerja jembatan Pulau Bromo ini bisa selasai sesuai target.

“Optimis proyek jembatan gantung Pulau Bromo akan selesai sesuai target. Kita juga memberlakukan jam lembur malam agar bisa maksimal,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Pulau Bromo, Siti Maryam mengaku bangga dan senang dengan keberadaan jembatan gantung tersebut, lantaran bisa menunjang akses darat untuk menyeberang dalam beraktivitas sehari-hari.

Ia berharap, dengan adanya jembatan itu, bisa menggenjot wisatawan untuk berkunjung ke kampung yang berada di pesisir Kota Banjarmasin itu.

“Karena selain ada pemandangan sungai, di kampung kami yang berada di pulau ini juga ada lapangan sepak bola, kemudian ada spot foto yang instagramable,” tuturnya dengan penuh rasa bangga.

Kemudian, wanita yang dikenal dengan sifat ramahnya itu juga mengajak seluruh warga untuk bisa berkunjung ke kampung tempat tinggalnya.

“Jangan segan-segan datang ke sini,” ungkapnya.

Lalu, Ketua RT 06 Pulau Bromo, Widodo mengutarakan kesenangannya dengan penuh rasa syukur atas dibangunkan fasilitas jembatan yang progresnya sudah hampir selesai tersebut.

“Alhamdulillah sudah hampir selesai. Semoga usaha warga yang ada di Pulau Bromo bisa berkembang dengan adanya jembatan ini, khususnya untuk akses yang sudah bisa dilalui dengan lancar,” tuturnya.

Untuk diketahui, Jembatan Pulau Bromo tersebut memiliki

panjang 252 meter, inti gantung 100 meter, dan lebar 2 meter sudah selesai.

Desain jembatan yang cukup ikonik dan futuristik nantinya hanya diperuntukkan bagi pengendara roda dua, sepeda dan pejalan kaki.

Buka saja jembatan yang bakal menjadi penghubung antara Kelurahan Mantuil menuju Pulau Bromo ini juga dilengkapi dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan tabulampot tabupot, dan parkir sepeda motor untuk memanjakan wisatawan yang akan datang bersantai untuk menikmati jembatan. (zak/K-11)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya