Gubernur Ingatkan, Dana Desa Harus Tepat Sasaran

Agar Dana Desa tepat sasaran dan menjangkau hal-hal yang berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat desa, harus diarahkan untuk pembangunan di desa terdampak pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum diketahui kapan berakhir.

PALANGKA RAYA, KP — Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ingatkan penggunaan dana desa agar tepat sasaran, guna mening katkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai program pembangunan.

Hal itu ia sampaikan melalui sambutan tertulis dibacakan Asusten III Sekda Hamja pada Rapat Evaluasi Pelaksanaan Dana Desa Tahun 2020, Sabtu (12/12). Kegiatan sekaligus dirangkai dengan Sosialisasi Peraturan Menteri Desa PDTT (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020 dan Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Rakor itu, dan meminta kepada seluruh stakeholders (pemangku kepentingan), baik Pemerintah Kabupaten, aparat desa dan kecamatan, pengurus BUMDES, maupun para pendamping desa, dapat terus memperkuat koordinasi, konsolidasi, dan sinergi, dalam upaya mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya di pedesaan.

Ia berharap.sumua stakeholder terkait dapat bersinergi dan saling mendukung program-program pemerintah daerah, untuk menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat yang ada di wilayah Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
1 dari 504

Agar Dana Desa tepat sasaran dan menjangkau hal-hal yang berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat desa, harus diarahkan untuk pembangunan di desa, akibat dari pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum diketahui kapan berakhir.

Langkah antara lain melaku kan pemberian stimulus Bantuan Langsung Tunai (BLT) masih sangat diperlukan, agar pemulihan ekonomi masyarakat desa bisa berjalan.

Plt. Kepala Dinas PMD Provinsi Kalteng Rojikinnor menyebutkan realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2020 bagi masyarakat terdampak Covid-19. Pada tahap I tersalurkan sebesar Rp 218 miliar, Tahap II Rp 75 miliar, dan Tahap III Rp 6,9 miliar.

“Dengan jumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) 122.021 Kepala Keluarga (KK) se-Kalimantan Tengah. Tentu ini upaya Pemerintah untuk menanggulangi persoalan Covid-19, melalui Dana Desa,” jelas Rojikinnor.

Selain BLT, Program Padat Karya juga masih bisa dianggarkan dari Prioritas Dana Desa Tahun 2020, yaitu sebanyak 2.800 jenis kegiatan, dengan nilai sebesar Rp 365,5 miliar yang sudah terealisasi, di mana total upah yang diterima masyarakat sekitar Rp 67 miliar.

“Harapannya upah yang diterima masyarakat tersebut kemudian mampu menjadi pemicu untuk menumbuhkembangkan atau menjadi daya tahan ekonomi di desa,” ujar Rojikinnor. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya