Kapolda Kalsel Beberkan Fakta dan Prediksi Kerawanan

Kita sudah sepakat dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan TNI beserta seluruh stakeholder lainnya, tidak ada perayaan malam pergantian tahun

BANJARMASIN, KP – Memperhatikan kondisi dan fakta-fakta saat ini serta prediksi kerawanan, yang kemudian Kapolda Kalsel, Irjen Pol Drs Rikwanto, SH, M.Hum dengan jajaraan optimalkan pelaksanaan, Selasa (22/12/2020).

“Sehingga dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang akan muncul dan memberikan solusi terhadap suatu persoalan,” kata Kapolda Kalsel, kepada wartawan, usai Rakor (Rapat Koordinasi Lintas Sektoral) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalsel.

Semua kaitan kesiapan pengamanan menyambut perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, di tengah pandemi Covid-19.

Dikatakan, rakor rangkaian awal untuk kesiapan dalam menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dalam rangka mengamankan berbagai aktifitas masyarakat di Kalsel.

Pengamanan kegiatan masyarakat dalam suatu momen perayaan Natal dan Tahun Baru lanjut kapolda, tentu tidak akan dapat berlangsung secara optimal, lancar dan sukses apabila tidak ada sinergisitas, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dari seluruh lembaga/instansi terkait.

“Polri selaku pemelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, memerlukan kerjasama dan dukungan dari semua pihak untuk menciptakan rasa aman, nyaman serta untuk mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang dapat muncul menjadi gangguan Kamtibmas,” ucapnya.

Sedang untuk potensi kerawanan baik dalam bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata, Kapolda menyebut, hal tersebut akan selalu seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada momen-momen seperti perayaan keagamaan dan Tahun Baru.

Berita Lainnya

Sopir Bawa Sajam dan Pria Mabuk Diamankan

Belasan Remaja Kedapatan Konsumsi Miras

1 dari 1.336

Diketahui, Operasi Lilin Intan 2020 dilaksanakan selama 15 hari mulai 21 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021, dengan melibatkan instansi dan lembaga terkait yang bersifat terbuka, dengan mengedepankan Satgas preemtif, preventif, kamseltibcarlantas, penegakkan hukum dan bantuan operasi.

Selain Rakor, dalam kegiatan tersebut juga berlangsung Anev Penanganan Covid-19 wilayah Kalsel.”Setiap acara, baik diselenggarakan masyarakat maupun pusat hiburan yang menimbulkan kerumunan massa akan langsung dibubarkan oleh Polri beserta Tim gabungan TNI dan Satgas Penanganan Covid-19.

Kita sudah sepakat dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan TNI beserta seluruh stakeholder lainnya, tidak ada perayaan malam pergantian tahun. Kemudian kita tidak akan mengeluarkan izin keramaian dalam bentuk apapun,” bebernya.

Kapolda mengatakan, pemerintah sudah menyampaikan larangan perayaan Tahun Baru.  Tentu Kepolisian di daerah akan tetap mengantisipasi dengan menyasar tempat-tempat wisata, karena momen liburan berpotensi menjadi kerumunan dan menjadikan klaster baru.

“Kalau dihimbau tidak bisa maka akan kita tindak tegas dengan melakukan pembubaran,” tegasnya lagi saat itu didampingi Kabid Propam, Kombes Pol Dudy Iskandar dan Kabid Humas, Kombes Pol M Rifa’i, S.I.K.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada jajaran di bawah, dalam hal ini Polres dan Polsek, agar menjalankan perintah tentang atensi kerumunan saat pergantian tahun.

Satgas pencegahan Covid-19 juga harus ekstra selektif apabila mengeluarkan izin atau rekomendasi yang sifatnya untuk kegiatan masyarakat khususnya pada pelaksanaan Ibadah Natal dimasa Pandemi saat ini.

Menurutnya, lebih baik masyarakat yang melaksanakan Natal melakukan dengan cara virtual.

Jikapun tetap berlangsung di Gereja agar pelaksanaannya mengacu pada protokol kesehatan serta telah memiliki rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya