Sektor Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Perkuat Prokes

Palangka Raya, KP – Dari bulan Maret sampai November, sektor pariwisata terdampak covid 19, ungkap Dr. Guntur Talajan, SH., M.Pd Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah.

Karena itu untuk memajukannya kembali perlu diperkuat protokol kesehatan, tegasnyabsaat menjadi narasumber dalam acara Webinar, Rabu, (18/11). Dijelaskan pandemi COVID-19 masuk ke Indonesia sejak bulan Maret yang lalu telah mengakibatkan pemerintah harus menutup tempat-tempat wisata yang berada di seluruh daerah Kalimantan Tengah.

Dan mengatur ulang kegiatan kesenian dan kebudayaan yang telah diprogramkan sebelumnya. Hal tersebut berdampak kepada jumlah wisatawan yang berkunjung dan berwisata di Kalimantan Tengah.

Diakui pihaknya berupaya untuk melakukan disiplin yang tinggi bagi pelaku wisata. Salah satunya upaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung meskipun masih di masa pandemi COVID-19 seperti ini,tegasnya. Contohnya wisatawan pada tahun 2019 mencapai 61.479. Dan target Pemprov untuk jumlah wisatawan pada tahun ini sebanyak 30.650 orang.

Tetapi karena kegiatan dan tempat-tempat wisata semua tutup dan tidak diizinkan maka jumlah tersebut mungkin saja tidak dapat diraih. “Berkaitan dengan kondisi bencana non alam saat ini yaitu COVID-19, kita berupaya dengan strategi dan program yang kita jalankan dengan mengikuti peraturan baik dari pusat maupun daerah khususnya dalam sektor pariwisata dengan mematuhi protokol kesehatan, jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 527

Pemprov Kalteng sedang berupaya untuk memulihkan serta membangkitkan kembali sektor pariwisata dan budaya di Kalimantan Tengah. Melihat kondisi saat ini yang sudah mulai membaik maka Pemprov melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Tengah.

Koordinasi-koordinasi yang dilakukan adalah berkaitan dengan pembukaan kembali tempat-tempat destinasi wisata yang ada di daerah. Tempat wisata yang telah diizinkan buka seperti Desa Pilang Kabupaten Pulang Pisau yang saat pembukaannya kembali dihadiri langsung oleh Direktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Termasuk juga Wisata Alam Tanjung Puting di Pangkalan Bun yang dibuka kembali langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat berdasarkan pada surat izin dari Pemerintah Pusat yakni Menteri DLH dan Kehutanan.

Daerah yang masih termasuk dalam zona oranye, kuning dan bahkan zona merah pada saat ini masih belum diperbolehkan untuk membuka kembali tempat-tempat destinasi wisat

Disisi lain ia berharap adanya inovasi dan kreativitas serta mendorong perencanaan tiap pihak untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan-perubahan dalam pelayanan dalam sektor pariwisata.

Dr. Guntur Talajan minta masyarakat baik para pelaku usaha pariwisata maupun pengunjung untuk mendukung usaha pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

Dijelaskan Pemprov Kalimantan Tengah telah membuat program untuk tahun 2021 kelak dan saat ini sudah dalam proses finalisasi khususnya untuk sektor kebudayaan. Hal tersebut sebagai upaya untuk mendukung peningkatan sektor pariwisata dan kebudayaan serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kalimantan Tengah. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya