Suplai Berkurang, Harga Semangka Melonjak Naik

Banjarmasin, KP – Harga buah semangka kembali merangkak naik setelah anjlok pada bulan lalu. Dari pantauan Kalimantan Post, buah yang 90 persen lebih kandungannya adalah air ini, harganya mencapai Rp 7.000 per kilogram saat ini.

Padahal, bulan lalu harganya hanya Rp 3.000 sampai Rp 3.500 per kilogram. Artinya, harga semangka naik 100 persen per kilogramnya dalam sebulan terakhir.

Seperti dikatakan Rudi (30), pedagang buah di kawasan jalan Mesjid Jami, Banjarmasin Utara, harga semangka memang naik dalam sebulan ini karena stoknya mulai kosong.

“Stok yang ada ini kita ambil dari daerah Dadahup, Kalimantan Tengah. Pasalnya, suplai semangka dari daerah lainnya, yakni Nagara dan Pelaihari tidak ada, kosong dari sananya. Informasinya sih, petani di Nagara lahannya kebanjiran, sedangkan di pelaihari belum panen,” ujar Rudi, saat disambangi tempatnya berjualan, Minggu (29/11).

Dia mengungkapkan, saat semangka panen melimpah bulan lalu, konsumen banyak yang datang membeli di lapaknya.

“Dalam sehari bisa laku sampai 650 kilogram, karena harga memang lagi murah-murahnya, hanya Rp 3.000 saja per kilo,” sebut Rudi.

Namun, lanjutnya, dalam sebulan ini pembeli jauh berkurang, disebabkan harga semangka yang melonjak cukup tajam.

“Paling banyak laku sekitar 200 kilogram saja dalam sehari. Harga memang lagi mahal karena stok yang kosong. Inipun, kita masih menunggu pengantaran, mestinya sih sudah masuk hari ini. Mungkin, masih belum panen,” imbuh Rudi.

Berita Lainnya

Cuaca Buruk, Ikan Tangkapan Nelayan Sedikit

Wakil Ketua DPRD Dukung Interpreneur Muda

1 dari 793

Di lapaknya, Rudi hanya menjual semangka saja, tidak menjual buah lainnya. Ada tiga jenis semangka yang dijualnya, yakni semangka merah tanpa biji, semangka kuning dan semangka loreng.

“Harga semangka merah tanpa biji dan semangka kuning harganya sama saja. Hari ini Rp 7.000 per kilogram. Kalau semangka loreng lebih murah, harganya Rp 5.000,” kata Rudi lagi.

Menurutnya, pembeli tidak harus membeli semangka utuh satu buah, tapi boleh setengah saja atau seperempatnya. “Nanti ditimbang, berapa kilo dapatnya,” terang Rudi, yang berjualan mulai jam 8.30 wita sampai 19.00 wita.

Sementara, Afifah, salah seorang pembeli buah semangka mengatakan, dalam sehari dirinya memang terbiasa mengonsumsi buah-buahan.

“Konsumsi buah bagus untuk kesehatan, karena mengandung banyak nutrisi yang diperlukan tubuh. Saya suka semangka, selain rasanya yang manis dan menyegarkan, harganya pun sangat terjangkau,” ucapnya.

Meski harga semangka naik, dirinya mengaku tidak masalah. Selama harganya masih dalam batas kewajaran, ia tetap akan membelinya. “Iya, harganya naik dua kali lipat. Katanya, stoknya memang lagi kosong. Tapi, tak masalah, karena masih bisa dibeli,” pungkasnya.

Bahkan, sambung Afifah, dalam buah semangka ada beberapa vitamin yang dikandungnya

“Yang saya tau, semangka merah mengandung vitamin A, B6, dan C. Selain itu, Likopen yang terkandung dalam semangka merah berfungsi untuk melawan radikal bebas di tubuh,” tandasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya