Terapkan Protokol Kesehatan, Ibadah Subuh di Tabalong Berlangsung Khusuk

Tanjung, KP – Sesuai aturan protokol kesehatan di masa pandemi, ibadah sholat subuh tetap dilaksanakan dengan khusuk. Dengan menaati ketentuan dalam mencegah sebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), jemaah ibadah sholat dilakukan dengan menjaga jarak dan memakai masker.

Sebelum masuk Masjid, juga diharuskan mencuci tangan. Disela suara gemuruh hujan, sayup terdengar suara iqamah dikumandangkan oleh seorang muadzin Masjid Baitul Mukhlisin, yang terletak di RT 8 Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, menandakan prosesi sholat subuh akan segera dimulai.


Meski hujan telah reda seiring dengan selesainya iqamah yang dikumandangkan muadzin, namun jalan pertamina yang terdiri dari sirtu menuju masjid tetap basah dan penuh dengan genangan air, sehingga membuat kaki harus hati-hati melangkah agar tidak tercebur di genangan air, Rabu (30/12) pagi itu.

Di situasi itu, jama’ah yang sudah masuk masjid nampak bergegas untuk segera memasuki barisan sholat. Di depan, Ustadz Ibnu Rosyidin telah berdiri di posisi pengimaman sambil memberikan himbauan agar Jama’ah menyempurnakan barisan sholat. Ia pun segera melakukan takbiratul ikhram tanda sholat telah dimulai.


Terlihat, barisan sholat berjarak lebih kurang 1,5 meter antara jama’ah yang satu dengan lainnya. Dan semua jama’ah menggunakan masker.


Usai pelaksanaan sholat, Ustadz Ibnu Rosyidin mengaku merasa tidak nyaman jika barisan sholat harus berjarak, sementara perintahnya tidak demikian.

Berita Lainnya
1 dari 208

“Sebagai orang Islam, tentu kita mengharapkan kesempurnaan sholat, di antaranya dengan merapatkan barisan sholat, karena itu memang disyaratkan dalam sholat,” ujar beliau.


Termasuk, ujarnya lagi, di dalam sholat tidak boleh memakai penutup wajah, seperti menggunakan masker. Namun, karena situasi saat ini memang darurat, tidak sama dengan situasi normal.

“Penerapan protokol kesehatan adalah upaya mencegah sebaran Covid-19, bahkan ini sudah menjadi ketentuan wajib dari pemerintah, maka sebagai warga Negara yang baik, meski sayang, namun tetap kita lakukan sholat dengan jaga jarak lebih satu meter. Begitu pula dengan penutup wajah, kita juga tetap memakai masker,” sebut beliau.


Terepisah, ketua pengurus Masjid Baitul Mukhlisin, H Mubarrok menjelaskan bahwa sejak adanya himbauan dari beberapa pihak, di antaranya MUI dan Pemerintah Daerah, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan di dalam melaksanakan kegiatan ibadah di Masjid Baitul Mukhlishin ini, yakni jama’ah harus menjaga jarak, memakai masker dan rajin mencuci tangan.

“Untuk mencuci tangan kita menyediakan tempat khusus dengan menyediakan kran dan sabun di beberapa titik. Khusus Sholat Jumat, kita telah menyiagakan tim khusus untuk menjalankan dan memastikan ketertiban jama’ah dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.


Selebihnya, H Mubarrok mengungkapkan bahwa meski berproses, namun warganya akhirnya mau menerapkan protokol kesehatan di saat melakukan ibadah sholat berjama’ah.

“Intinya, warga kami disini, Alhamdulillah sudah sebagian besar menyadari bahwa penerapan protokol kesehatan tidak hanya untuk menjaga diri masing-masing dari wabah, namun ini juga merupakan peraturan pemerintah yang harus dilaksanakan oleh warga demi mencegah sebaran Covid-19,” pungkas H Mubarrok. (ros/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya