Ada Indikasi Eksploitasi Anak, Pemko Banjarmasin akan Kembali Tertibkan Badut Jalanan

Banjarmasin, KP – Masa pandemi Covid-19 yang tidak tau kapan berakhirnya, membuat banyak anak sekolah harus merasakan dampak yang sangat menyakitkan.

Bahkan tak sedikit anak yang harus membantu orang tuanya untuk mengais rejeki. Padahal Seharusnya mereka menyibukan diri dengan pembelajaran di bangku sekolahnya.

Namun ketika Pandemi Covid-19 melanda Kota Banjarmasin, dan sekolah pun harus melakukan pembelajaran secara daring (Online). Mereka harus ikut membantu orangtuanya untuk mengumpulkan sedikit uang untuk keperluan keluarga.

Hal ini membuat banyak anak-anak yang harusnya mengenyam pendidikan, lebih memilih mengais rejeki dengan berbagai cara. Ada yang berjualan, mengamen, bahkan ada yang menjadi badut di pinggir-pinggir jalan.

Melihat banyaknya badut jalanan yang merupakan anak-anak sekolah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan hal tersebut memperlihatkan adanya indikasi eksploitasi anak yang dipekerjakan oleh orangtuanya.

Berita Lainnya
1 dari 2.915

Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan besar disebabkan karena kelamaan melaksanakan belajar dirumah dengan sistem daring.

Bahkan, hasil penelitian juga menunjukan bahwa hanya 50 persen saja siswa yang memang benar-benar mengikuti sistem belajar dengan pola daring.

“Hasil penelitian hanya 50 siswa yang belajar daring, sisanya itu belajar apa? Tidak ada pembelajaran. Itu yang dikhawatirkan,” ungkapnya dihadapan awak media, Kamis (7/1) siang.

Ia mengaku khawatir adanya lost learning yang berujung pada lost generation pada siswa yang saat ini menjalani sekolah daring,

“Maka dari itu, Badut-badut ini terindikasi eksploitasi terhadap anak,” tambahnya.

Untuk itu, guna menanggulangi terjadinya eksploitasi terhadap anak, dan mengurangi adanya badut-badut jalanan yang merupakan anak sekolah. Pemko Banjarmasin melalui Satpol PP akan melakukan patroli dan menertibkan apabila banyak ditemukan badut jalanan yang merupakan anak sekolah.

“Kita akan mengambil sikap paling bijaksana, paling tidak patroli dan memantau. Yang menjadi badut ini anak-anak atau orang tua. Kalau banyak ditemukan anak-anak kita akan tertibkan,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya