Dewan Dukung Desain Antisipasi Banjir. Mulai Sungai Martapura Sampai Sungai Barito

Berita Lainnya
1 dari 2.391

Banjarmasin, KP – Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Sahrujani sangat mendukung rencana Kementerian PUPR RI melalui Balai Sungai untuk mendesain program kerja untuk antisipasi banjir secara menyeluruh, mulai dari Sungai Martapura hingga Sungai Barito.
“Karena upaya komprehensif ini harus didukung semua pihak, terutama pemerintah kabupaten dan kota,” kata Sahrujani kepada wartawan, Rabu (20/1/2021), di Banjarmasin.
Hal ini dilakukan agar rencana pembangunan bisa terealisasi sesuai harapan bersama guna antisipasi banjir dimasa mendatang.
“Kita sangat mendukung Komisi VI DPR RI dan Kementerian PUPR yang akan mendesain penanganan banjir secara komprehensif,” tambah politisi Partai Golkar ini.
Sahrujani mengharapkan, agar penanganggulangan potensi banjir bisa dilakukan mulai dari hulu, yakni Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong hingga hilir, termasuk Kota Banjarmasin.
“Karena, jika Kabupaten Tabalong dan Balangan bercuruh hujan tinggi, maka akan mengalir ke cekungan yang rendah yaitu ke Amuntai,” jelas Sahrujani.
Untuk itu, Sahrujani menyarankan agar melakukan normalisasi Sungai Nagara, menyempurnakan sodetan sungai yang sudah ada baik itu dari Balangan ke Amuntai, Lampihon, dan beberapa di wilayah di Kalua yang sodetannya sudah ada dan tinggal penyempurnaan.
“Untuk pembangunan ini posisinya melibatkan tiga kabupaten dan ini bisa dilaksanakan kendati jika dibutuhkan dana sharing bersama provinsi,” tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel V, yang meliputi Kabupaten HSU, Balangan dan Tabalong.
Sebelumnya, Kepala BSW Kalimantan III, Fikri Abdurahman mengatakan, ke depan akan mendesain pengendalian banjir secara menyeluruh mulai dari Sungai Martapura hingga Sungai Barito.
Untuk realisasi itu, dukungan alokasi dana pusat secara keseluruhan cukup banyak, termasuk dana reguler untuk Sungai Martapura. Selain itu ada juga pendanaan untuk renovasi Waduk Riam Kiwa yang mengaiir ke Pengaron dan Matraman, yang kini Sungai Riam Kiwa merupakan salah satu penyebab masalah. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya