Ingin Kurangi Antrian, Pemilik Kapal LCT Sama Berjuang Harapkan Penambahan Jam Operasional

Banjarmasin, KP – Antrian panjang penyeberangan truk yang menjalar di sepanjang kawasan Kayu Tangi atau Jalan Brigjen Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Pasalnya, badan truk yang sedang menunggu giliran untuk diseberangkan oleh Kapal LCT Sama Berjuang dengan nomor lambung 018 itu sudah memakan separuh badan jalan di lajur arah ke Kabupaten Barito Kuala.

Alhasil, lajur sepeda yang ada di kawasan itu pun ikut menjadi termakan oleh antrian truk.

Berdasar pantauan Kalimantan Post pada Minggu (24/01) petang, antrian truk berbagai jenis muatan tersebut terjadi mulai dari depan gang Polsek Banjarmasin Utara hingga depan Rumah Makan Wong Solo, Kayu Tangi.

Salah seorang warga, Rahmad mengatakan, bahwa dirinya sedikit terganggu dengan adanya antrian truk yang memiliki dimensi besar itu.

“Apalagi kalau jam sibuk seperti sore dan pagi hari. Pengguna jalan seakan berdesak-desakan agar bisa cepat sampai ke tujuan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar pihak terkait baik dari Pemerintah Kota Banjarmasin maupun pemilik kapal bisa memberikan solusi agar antrian yang ada ini tidak sampai mengganggu pengguna jalan lain.

Berita Lainnya
1 dari 3.210

“Kasian juga mereka yang antri, berjam-jam menunggu giliran untuk diseberangkan. Soalnya dari infonya yang saya dapat hanya satu kapal yang digunakan untuk menyeberangkan truk angkutan yang jumlahnya selalu bertambah ini,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Pemilik Kapal Kapal LCT Sama Berjuang 018 yang digunakan sebagai sarana penyeberangan kapal, H Ranisa mengaku pihaknya mempunyai keterbatasan waktu pelayanan.

“Kita hanya diberi waktu mulai jam 7 pagi hingga jam 8 malam saja untuk menyeberangkan. Jadi banyak truk yang belum bisa diseberangkan kalau hanya beroperasi dengan waktu yang disediakan,” ucapnya pada awak media melalui sambungan telepon, Minggu (24/01) sore.

Ia membeberkan, pembatasan waktu tersebut merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Polsek Berangas Polres Batola. Sehingga penyeberangan yang sebelumnya dilakukan sampai jam 3 malam. Kini tidak bisa dilakukan lagi.

“Kita berharap jam operasional kapal kita bisa ditambah. Bukan apa-apa, kita hanya ingin memecah atau mengurangi antrian truk yang panjang dan beresiko menyebabkan kemacetan di Kayu Tangi,” harapnya.

Ia menjelaskan, dengan dibatasinya jam operasional tersebut mengakibatkan antrian truk yang selalu bertambah tidak bisa terangkut dan bertumpuk di kawasan jalan Brigjen Hasan Basri.

“Kalau bisa ditambah, paling tidak sampai pukul 12 malam atau sampai antrian di Kayu Tangi berkurang. Ini demi kenyamanan para pengguna jasa penyeberangan kota juga,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengurai antrian, pria dengan sapaan Rani itu juga berencana akan kembali menambah satu buah kapal LCT miliknya yang diperkirakan akan tiba pada dalam waktu dekat.

“Kapalnya dijadwalkan akan tiba besok atau lusa. Karena kalau tidak ditambah dengan waktu yang terbatas seperti sekarang ini, ditakutkan akan menambah panjang antrian di kawasan Kayu Tangi,” tutupnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya