Sekolah Tatap Muka Tunggu Instruksi Provinsi

Tabalong, KP — Komisi IV DPRD Kalsel menyarankan agar pembelajaran tatap muka (PTM) menunggu intruksi provinsi, khususnya Satgas Covid-19 Kalsel, mengingat adanya peningkatan kasus di beberapa daerah.


“Sebaiknya pembelajaran atau sekolah tatap muka ini menunggu kondisi yang memungkinkan, khususnya Satgas Covid-19,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, H Iberahim Noor usai kunjungan kerja ke SMAN 2 Tanjung, Kabupaten Tabalong, Senin (11/1/2021).


Rencananya, pembelajaran tatap muka direncanakan pada awal Januari 2021, namun terpaksa ditunda, menyusul peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Kalsel, termasuk Kabupaten Tabalong.


“Kita perlu mempertajam kajian terhadap sistem pendidikan di SMA Negeri 2 Tanjung, yang direncanakan akan melaksanakan kegiatan tatap muka,” ujar politisi Partai NasDem ini.

Sebelumnya, Komisi IV telah melakukan kajian penanganan dampak Covid-19 ke Daerah Istimewa Yogjakarya pada Desember 2020 lalu, sehingga kini meninjau SMA Negeri yang ada di daerah.

Berita Lainnya
1 dari 279


Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi mengakui secara pribadi pun menganggap bahwa pembelajaran tatap muka lebih efektif dibandingkan dengan sistem daring jika dilihat dari sisi keterbatasan yang ada.


“Namun kondisi Covid-19 yang masih mengalami naik turun kasus, terlebih Kalimantan Selatan sempat menjadi 10 besar persebaran Covid-19 mengakibatkan perlu adanya pertimbangan lagi,” ujar Firman Yusi, yang juga alumni SMA Negeri 2 Tabalong lulusan tahun 1993 ini.


Ditambahkan, hasil-hasil yang didapatkan dalam pertemuan ini akan coba dikomunikasikan serta dikoordinasikan ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel.


Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tanjung, H Hidayat mangakui, pihaknya menemukan banyak sekali kendala dalam proses pembelajaran online atau daring.


“Karena tidak semua siswa memiliki perangkat penunjang (laptop/gawai pintar),” kata Hidayat.


Selain itu, juga kondisi geografis yang beragam di Kabupaten Tabalong mengakibatkan ada beberapa wilayah yang masih belum secara sempurna terpapar sinyal (internet).


Pembelajaran tatap muka yang semula direncanakan dilaksanakan awal tahun 2021 oleh SMA Negeri 2 Tanjung ini ternyata masih terkendala oleh surat edaran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang mengimbau untuk tidak buru-buru menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dikarenakan adanya peningkatan kasus Covid-19 di beberapa wilayah. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya