Seluruh Ruas Jalan Di Banjarmasin Nyaris Terendam Banjir

Ketinggian air dari sekitar 40 hingga 50 centimeter merendam ruas jalan tidak hanya terjadi pada jalan utama perkotaan tapi merendam hampir seluruh jalan lingkungan warga

Banjarmasin, KP – Tingginya intensitas curah hujan yang terus menerus selama dua hari sejak Rabu hingga Kamis (14/1/2021) kemarin, disusul naiknya air sungai, berdamopak membuat hampir seluruh ruas jalan di Kota Banjarmasin lumpuh total terendam banjir.

Ketinggian air dari sekitar 40 hingga 50 centimeter merendam ruas jalan tidak hanya terjadi pada jalan utama perkotaan tapi merendam hampir seluruh jalan lingkungan warga di kota yang dijuluki seribu sungai ini.

GENANGAN TINGGI- inIlah kondisi kota Banjarmasin yang dilanda genangan tingggi. (KP/Amir)

Dari pantauan {KP} dua ruas jalan nasional yang berada di perkotaan terendam banjir, seperti Jalan Sudirman hingga Jalan Lambung Mangkurat, Namun air yang merendam kedua jalan ini berangsur turun menyusul kembali surutnya air sungai.

Terkecuali Jalan Sultan Adam, Jalan Sungai Miai Jalan Perumnas dan sejumlah ruas jalan perkotaan lainnya yang sebagian tetap terendam meski air sungai kembali surut.

Banjir akibat eksensitas hujan deras cukup tinggi disusul naiknya air sungai pasang juga merendam Jalan A Yani dan Jalan Brigjen H Hasan Basri ( Kayu Tangi) yang merupakan jalan nasional, terutama saat air pasang dan hujan deras.

Nasib sama juga dialami jalan lingkungan warga. Dilaporkan dari 52 Kelurahan di Banjarmasin nyaris tidak ada satupun luput dari banjir.

Berita Lainnya
1 dari 2.974

Akibat tingginya curah hujan disusul naiknya air pasang sungai ini sejumlah warga terpaksa harus mengungsi, terutama yang rumahnya berada persis di atas atau tepian sungai.

” Sementara terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarga terdekat karena saat air pasang air i sampai masuk hingga lantai rumah kami,’ karena Diana warga Jalan Panglima Batur yang rumahnya berada di atas anak Sungai Martapura.

Nasib sama juga dialami sejumlah warga lainnya yang tinggal di kawasan Kelurahan Surgi Mufti itu, terutama yang rumahnya persis berada di tepian Sungai Martapura.

Saat air pasang naik dengan membawa harta benda dimiliki dan bisa diamankan mereka untuk sementara mengungsi ke mushalla sambil menunggu air sungai surut.

Jembatan Penghubung Ambruk

Dilaporkan juga akibat derasnya terjangan banjir jembatan Jalan A Yani desa Selan, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar ambruk, Kamis dinihari (14/1/2021).

Akibat ambruknya , jembatan penghubung yang berada di jalan nasional arah keluar masuk menuju wilayah hulu sungai itu tidak dapat dilalui.

Bahkan akibat ambruknya jembatan utama ini mengakibatkan arus transportasi antar provinsi juga ikut lumpuh.

Perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tingginya curah hujan disusul naiknya air pasang ini masih terjadi dalam beberapa hari kedepan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya