Cabai Picu Inflasi Kalteng 0,09 Persen

Palangka Raya, – Dipicu harga cabe rawit yang mencapai Rp 100 ribu per kilo pada pertengahan Januari lalu, indek harga konsumen (IHK) atau inflasi di Kalteng capai 0,09 persen.

Dalam rilis yang disiarkan, Senin (1/2) Kepala Biro Pusat Statistik Kalteng Eko Marsono pihaknya memantau dua kota di Kakteng terkait IHK. Pertama Kota Palangka Raya dan kedua Kota Sampit.

Di Indonesia ada 90 kota yang dipantau terkait IHK nasional Dari jumlah itu ada 75 kota mengalami

inflasi dan 15 kota yang masih deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju (1,43 persen) dan deflasi tertinggi di Bau-bau (0,92 persen). Palangka Raya menempati peringkat ke-67 kota inflasi di tingkat nasional, sedangkan

Berita Lainnya
1 dari 527

Sampit menempati peringkat ke-66 kota inflasi.

Inflasi di Palangka Raya (0,09 persen) dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok pakaian dan alas kaki (0,85 persen).

Sumbangan kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,76 persen), terutama karena tingginya harga cabe rawit, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,39 persen).

Untuk Inflasi di Sampit (0,09 persen) dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga kelompok penyedia makanan dan minuman/ restoran (0,34 persen), kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,33 persen), serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah Tangga (0,32 persen).

Maka berdasarkan dua kota acuan (Palangka Raya dan Sampit), Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi (0,09persen), laju inflasi tahun kalender (0,09 persen) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (1,06 persen). (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya