Dewan Usulkan Pengecer Dilarang Jual Gas Elpiji 3 Kg

Banjarmasin, KP – Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg di Kota Banjarmasin hingga kini terus berlangsung. Langkanya, bahan bersubsidi untuk warga tidak mampu ini diduga akibat permainan sejumlah pangkalan yang menjual gas kepada spekulan atau pengecer liar.

Saat ini harga eceran tertinggi gas elpiji 3 kg di tingkat eceran dijual Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu, jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 17.500.

Warga terpaksa membeli gas kepada spekulan atau ke pengecer lantaran di pangkalan resmi sering tidak ada stok.

Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin HM Faisal Hariyadi menyesalkan terus berulang terjadinya kelangkaan dan mahalnya gas elpiji tersebut.

” Sementara antisipasi yang dilakukan selama ini hanya sebatas operasi pasar, dan penambahan kuota tabung gas 3 kg. Namun tetap saja sering terjadi kelangkaan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan Kamis (25,/2/2021) .

Faisal Hariyadi juga mengatakan, sering terjadinya kelangkaan gas elpiji kg selain disebabkan adanya permainan pangkalan dan spekulan, penggunaan gas 3 kg turut dinikmati masyarakat dengan penghasilan mapan, kelas menengah, hingga sebagian kelas atas.

“Padahal, gas dengan tabung berbentuk melon itu dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan kecil ke bawah dan usaha mikro,” tandasnya.

Dikatakan, upaya anggota dewan di DPRD Kota Banjarmasin selama ini dalam menyikapi keluhan masyarakat sejak gas 3 kg digulirkan pemerintah tak hanya sekadar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil pihak terkait.

Termasuk lanjutnya. Inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan gas ke sejumlah pangkalan dan agen gas pun acap kali dilakukan. Namun, hasilnya kelangkaan hingga menyebabkan mahalnya gas elpiji 3 kg terus saja terjadi.

Tak ingin terus – terusan menjadi keluhan masyarakat ia mengatakan DPRD Kota Banjarmasin melalui Komisi II mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk segera mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwali) untuk mengendalikan ketersediaan dan harga gas di masyarakat.

Berita Lainnya

Satgas Belum Rekomendasikan PTM

1 dari 3.201

“Agar tidak terjadi kenaikan harga yang membebani masyarakat, perlu dibuat suatu aturan yang pasti terkait pengendalian harga dan larangan penjualan gas di tingkat pengecer,” kata Faisal Hariyadi.

Ia menambahkan, bahwa komisi II menyikapi kelangkaan gas elpiji sudah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Pertamina dan Disperdagin.

Faisal menyebut, dengan diterbitkannya Perwali tersebut, Satpol PP dibantu aparat kepolisian bisa mengambil tindakan tegas ketika ada gas ukuran 3 kg yang dijual eceran.

“Paling tidak dengan adanya Perwali dalam mengantisipasi adanya permainan antara pangkalan dengan spekulan,sehingga distribusi gas elpiji 3 kg benar-benar tepat sasaran,” tandasnya.

Perwali, Faisal menyebut, persoalan ini sudah menjadi keluhan umum masyarakat, gas Elpiji 3 kg di tingkat eceran terlebih pada saat terjadi kelangkaan harganya melambung jauh di atas HET.

Menurutnya, selama ini penjualan di tingkat distributor hingga pangkalan masih bisa di awasi PT Pertamina. Kalaupun ada menyalahi ketentuan berlaku,maka bisa dikenakan sanksi tegas.

Sementara, di tingkat pengecer lanjutnya, bukan menjadi kewenangan PT Pertamina lagi. Sehingga pengawasannya sulit dilakukan.

Dikatakan dari rapat dengar pendapat dilaksanakan komisi II, pihak Pertamina juga sepakat agar gas hanya boleh dijual di tingkat pangkalan.” Dari data disampaikan Pertamina saat ini pangkalan gas elpiji di Banjarmasin ada sebanyak 600 pangkalan,” ujarnya.

Faisal Hariyadi mengakui, pasca musibah banjir di Kota Banjarmasin dan hampir sejumlah wilayah di Kalsel transportasi untuk distribusi gas elpiji terganggu karena banyak jalan yang rusak dan jembatan ambruk.

Disebutkan, untuk memenuhi kuota distribusi gas elpiji 3 kg di Banjarmasin Pertamina menyediakan kuota sebanyak 16 ribuan tabung setiap hari. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya