Jaminan Islam Terhadap Keimanan dan Keberagaman

Oleh : Saadah, S.Pd
Pengajar dan Pemerhati Sosial

Menanggapi pernyataan Menteri Agama, yang akan mengafirmasi Syiah dan Ahmadiyah, Waketum MUI mengingatkan dan meminta Menag untuk berhati-hati. PBNU juga meminta klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi. (Www.dw.com, 25/12/2020).

Kemudian Menteri Agama menegaskan bahwa tak pernah memberikan perlindungan khusus kepada kelompok Syiah dan Ahmadiyah. (fokus.tempo.co, 27/12/2020). Beralasan memberi perlindungan sebagai warga negara dan akan menjadi mediator jika ada kelompok tertentu bermasalah dengan dua kelompok tersebut. Termasuk menjamin perlindungan hak sebagai warga negara, tidak boleh dibedakan, dan didiskriminasi.(fokus.tempo.co, 27/12 2020)

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menilai, hal tersebut justru dapat menimbulkan kegaduhan di tengah umat, karena memang sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungi hak sebagai warga negara. (fajar.co.id, 25/12/2020)

Bahkan saat ini di Indonesia, MUI pernah merilis ada lebih 300 aliran sesat yang berkembang di Indonesia. Beberapa aliran keagamaan yang telah dinyatakan sesat oleh MUI di antaranya jemaah Ahmadiyah, agama Salamullah/Lia Eden, aliran Kutub Robani, kelompok Husnul Huluq, serta Al Qiyadah Al Islamiyah.

Hal ini adalah gambaran masyarakat yang bermasalah, rendah taraf berpikirnya akibat jerat kehidupan kapitalis yang hanya memandang materi, menjadikan umat mudah masuk ke dalam aliran sesat.

Islam sebagai sebuah agama dan juga Sistem tentu akan melindungi umat dari aliran sesat tersebut. Caranya yaitu dengan segera melarang aliran sesat tersebut, membubarkan organisasinya, atau menghentikan seluruh aktivitasnya. Tidak malah melindungi dengan embel-embel hak warga negara, sementara telah jelas sesat dari ajaran Islam. Kemudian, orang-orang yang terjerumus ke dalamnya akan dibina agar kembali pada Islam.

Kepada mereka harus dijelaskan penyimpangan dan bantahannya. Akidah dan ajaran Islam yang benar harus dijelaskan kepada mereka disertai argumentasi dan bukti, mengaktifkan akal pikiran mereka dan melibatkan perasaan mereka, sehingga akidah dan ajaran Islam itu tertanam kuat pada diri mereka.

Islam sebagai sebuah sistem akan membina, menjaga, melindungi akidah umat dari segala bentuk penyimpangan, pendangkalan, kekaburan, serta penodaan. Negara Islam juga akan terus-menerus membina keislaman seluruh rakyat, mengajarkan dan mendidik masyarakat tentang akidah dan ajaran Islam, baik melalui pendidikan formal maupun informal.

Berita Lainnya

PKKM dan Implementasinya

Alasan di Balik Kebijakan Larangan Mudik

1 dari 231

Sejak kepemimpinan Rasulullah SAW hingga masa kekhilafahan, Islam menjamin dengan pengaturan yang sempurna, untuk masyarakat hidup produktif, rukun dan membahagiakan, adalah sebuah keniscayaan.

Secara prinsip, Islam memandang semua manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki taklif risalah Islam. Namun bagi yang tidak beragama Islam dalam pelaksanaannya, mereka tidak akan dipaksa untuk shalat, haji, zakat, jihad, dan pelaksanaan hukum syariat lain yang mensyaratkan adanya iman dan Islam. Mereka dibiarkan melakukan ibadah, makan, minum, berpakaian, menikah dan bercerai menggunakan agama mereka. Hanya dalam kaitannya sebagai warga, dalam aturan kehidupan umum yang tidak diatur oleh agama mereka, mereka terikat dengan hukum-hukum pengaturan umum dalam Islam. Semisal hukum-hukum muamalah (hubungan transaksional ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain), hukum sanksi, hukum politik.

Karena itulah kita menyaksikan bagaimana hak-hak individu mereka dalam keyakinan, ibadah dan harta mendapat jaminan yang sama. Jaminan itu ditunjukkan oleh sabda Rasulullah SAW terhadap kafir dzimmi yang hidup dalam naungan Islam. “Siapa saja yang menyakiti dzimmi maka aku berperkara dengan dia. Siapa saja yang berperkara dengan aku maka aku akan memperkarakan dia pada Hari Kiamat”. (hadis Hasan).

Karena itu saat seorang Muslim membunuh kafir dzimmi, muslim itu dihukum dengan bunuh pula. Saat seorang Yahudi berperkara dengan Imam Ali ra soal kepemilikan baju perang, dengan bukti yang ada, Khalifah Umar bin Khattab ra memenangkan kasusnya. Begitulah, jika terjadi pelanggaran hak individu mereka, Islam telah menjaganya. Namun, ketika mereka melanggar aturan kehidupan umum, semisal mencuri, berzina, transaksi riba, membunuh Muslim, akan diterapkan atas mereka hukum potong tangan, rajam, qishash dan lain-lain. Semua ini adalah bentuk perawatan Islam atas kehidupan bersama yang menenangkan. Bukan soal kebencian atas dasar agama, melainkan keharmonian dan keselamatan hidup manusia.

Fakta sejarah yang tidak terbantahkan menunjukkan bahwa orang kafir dzimmi lebih memilih hidup diatur syariah Islam ketimbang diatur pemimpin bangsanya. Will Durant, dalam The Story of Civilization, menggambarkan bagaimana keharmonisan antara pemeluk Islam, Yahudi dan Kristen di Spanyol di era Khilafah Bani Umayyah. Will Durant menuturkan, orang-orang yang Yahudi yang ditindas oleh Romawi membantu kaum Muslim yang datang untuk membebaskan Spanyol. Mereka pun hidup aman, damai dan bahagia bersama orang Islam di sana hingga abad ke-12 M.

Di sisi lain Islam juga memberikan kebebasan memilih agama bagi setiap warga negaranya, tetapi dakwah Islam tetap dilakukan. Dakwah adalah salah satu perkara yang ada di dalam Islam dan memaksakannya adalah perkara yang lain.

Firman Allah SWT, “Serulah manusia kepada jalan Tuhan-Mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, bantahlah dengan cara yang baik”. (QS. an Nahl : 125)

Maka mengembalikan kehidupan manusia yang beradab, sejahtera dan damai sesungguhnya adalah dengan mengembalikan berlakunya syariah Allah SWT dalam naungan Khilafah. Ini bukan soal pemaksaan kehendak satu agama, melainkan tanggung jawab sebuah ideologi shahih dalam menata peradaban manusia.

Syariah Islam yang akan ditegakkan Khilafah adalah penjamin kehormatan seluruh manusia, Muslim maupun kafir dzimmi. Khilafah adalah penjaga hak-hak dasar hidup mereka, penjaga kerukunan dan penjamin kesejahteraan. Khilafah pun menjamin kesetaraan manusia, kerukunan dalam keberagamannya.

Begitu gambar bagaimana Islam mengatur keberagaman di dalam sebuah masyarakat dan negara. Mewujudkan kebaikan dan kebahagiaan serta kesejahteraan bagi seluruh warga negaranya.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya