Jatman Kalsel Salurkan Bantuan Dari Habib Luthfi Untuk Korban Banjir

Banjarmasin, KP – Dampak banjir yang hampir merata dialami warga Kalsel menyimpan kesedihan dan trauma. Namun demekian bantuan untuk para korban sigap direspon masyarakat dari berbagai komunitas maupun instansi.

Seperti Organisasi Jami’iyyah Ahlith-Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyiah (Jatman) Kalimantan Selatan yang turut menyalurkan aksi pedulinnya kedaerah Cirebon, marabahan Kabupaten Barito kuala (Batola).

Ketua Jatman Kalsel Drs KH Syakerani Naseri mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pihaknya dan merupakan panggilan jiwa untuk bergerak membantu sesama.

“Ini panggilan jiwa untuk meringankan beban korban banjir yang melanda warga Kalsel, seperti di daerah Barabai , Amuntai,Tapin, Martapura, Batola, Pelaihari, Banjarmasin dan daerah lainnya yang terdampak,” katanya.Minggu (7/2/2021)

KH Syakerani Naseri atau yang disapa Guru Syakerani juga menuturkan ada kurang lebih 10 ton Beras, sembako, dan pakian layak pakai untuk korban banjir.

Berita Lainnya
1 dari 3.243

“Bantuan yang disalurkan tersebut merupakan bantuan dari Habib M Luthfi (Jatman Pusat) ditambah dengan Jatman Kalsel,”ucapnnya.

Syakerani juga mengungkapkan, bahwa bantuan yang disalurkan tersebut diikuti puluhan relawan dari organisasi yang ia pimpin. Semuanya menyebar di Kabupaten dan kota di Kalsel.

“Jadi penyaluran sembako ini dibantu setiap pengurus Jatman yang ada di daerah masing-masing, seperti yang baru tadi kami mengirim bantuan ke Batola, Cerebon.

Kami harap sedikit bantuan itu dapat meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah, amiin yaa rabbal alaamiiin,” ungkap Ketua Organisasi keagamaan yang bermarkas di Jalan Pekapuran Raya RT 7 ini.

Sementara DR Jarkawi, yang merupakan bagian dari Jatman Kalsel ini menambahkan. Aksi peduli yang dilakukan adalah moment warga untuk bisa berbuat kebajikan dimana saling tolong menolong sesama insan terlebih terhadap sesama saudara.

“Ini merupakan amal kebajikan untuk menolong sesama,”katannya.

Ditambahkannya pula suatu peristiwa dijadikan pembelajaran untuk diambil hikmahnnya.Seperti banjir yang saat ini melanda, dimana penyaluran bantuan yang dilakukan membuka ruang persaudaraan warga terlebih sesama muslim menjadi semakin erat, ujian kesabaran dan semakin taqwa.
“Allah sayang terhadap kita dimana hikmah dari musibah ujian yang diberikan melatih kesabaran dan juga untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepadaNya dan Rasulnya,”pungkas akademisi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) ini. (fin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya