Puluhan Dai HSS Siap Bertugas di Daerah Terpencil dan Rawan Keagamaan

Kandangan, KP – Sebanyak 31 orang dai penggerak daerah terpencil dan rawan keagamaan yang ditugaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengikuti pengukuhan dan pembekalan, Senin (8/2/2021) di Pendopo Bupati HSS. 

Pengukuhan dilakukan Ketua MUI Kabupaten HSS TGH Riduan Baseri, disaksikan Bupati HSS Achmad Fikry, Ketua Komisi Dakwah MUI HSS Habib Abdusaalam Al Kaff, dan Kepala Kantor Kementerian Agama HSS Saribuddin. 

Para dai bertugas di daerah terpencil dan rawan keagamaan, melaksanakan penyuluhan keagamaan melalui ceramah, kuliah tujuh menit (Kultum) pelatihan dan pengajian rutin dengan materi utama tauhid, fiqih dan tasawuf. Lalu, menjadi imam salat di musala atau masjid, serta melaksanakan pembelajaran Alquran dan bimbingan salat. 

Ketua MUI HSS TGH Riduan Baseri mengatakan, tugas dai adalah yang paling mulia karena merupakan tugas menjadi penyambung pekerjaan Rasulullah SAW. 

“Mudah-mudahan Rasulullah Saw senang dengan pekerjaan kita, gembira dengan perjuangan kita dan mudah-mudahan nantinya kita dikumpulkan Allah SWT dengan Rasulullah Saw,” ucap ulama yang kerap disapa Guru Kapuh itu.

Guru Kapuh mengimbau, selain mengajar dan berdakwah di lokasi masing-masing, tidak lupa untuk terus menimba ilmu agama.

Keikhlasan dan sabar pesannya, perlu dipersiapkan para dai saat bertugas. Hal itu sebagai modal paling utama dalam berdakwah.

Berita Lainnya
1 dari 528

Menurutnya, tantangan dalam berdakwah luar biasa, tak hanya yang dihadapi dari hubungan dengan manusia, tetapi juga kondisi alam di mana para dai ditugaskan. 

“Dakwah membutuhkan kesabaran yang besar, kalau kita tidak sabar maka jauh dari kesuksesan dakwah,” ujarnya. 

Guru Kapuh menekankan, jangan berfokus memikirkan jumlah masyarakat yang datang dan mau ikut pengajian. “Biar satu orang, tapi taat. Lebih baik dari pada dunia dan seisinya,” ujarnya. 

Bupati HSS Achmad Fikry mengucapkan selamat kepada para dai yang dipercaya MUI untuk melaksanakan tugas dakwah di daerah terpencil dan rawan keagamaan.

Sebagai orang yang dipercaya, para dai diimbaunya menaati, mendukung serta melaksanakan berbagai kebijakan MUI.

“Apapun kebijakan MUI, dai yang berada di lapangan harus mengikuti serta wajib menyampaikan kepada masyarakat,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga meminta dukungan dan peran para dai, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Covid-19. (tor/K-6) 

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya