Taman Iwak Bungas, dari Parit Kotor jadi Sungai Cantik

Banjarmasin, KP – Siapa yang menyangka jika aliran sungai yang awalnya dangkal dan kotor yang berada di Gang AA, Jalan Belitung Darat, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat ini bisa berubah menjadi kawasan yang cantik nan asri.

Saking kotornya kawasan tersebut, warga sekitar malah menyebutnya sebagai parit. Pasalnya aliran air di saluran drainase di gang tersebut berwarna hitam, berbau tidak sedap dan dipenuhi oleh tumbuhan liar yang mengapung di atasnya.

Melihat kondisi tersebut, Ivan yang merupakan warga RT 16, di gang tersebut akhirnya tergerak untuk menggalang kekuatan bersama warga setempat atas dasar kesadaran tanggung jawab lingkungan yang terbangun.

Alhasil, saat ini, sungai yang mempunyai lebar 2,5 meter dan panjang 200 meter itu sudah memiliki wajah baru dengan nama Taman Iwak Gang AA Bungas, yang dihiasi dengan cat warna-warni dan aliran air yang bersih.

Tidak hanya itu, di sungai itu juga diletakkan berbagai macam ikan warna warni. Mulai dari ikan konsumsi seperti jenis lele, gurame, dan tauman. nila hitam, nila merah, mujair, koi, papuyu bangkok, ikan mas dan patin menjadi penambah teduhnya suasana sungai yang ada di tengah pemukiman padat penduduk itu.

Saat dibincangi awak media, Ivan menceritakan bahwa keadaan yang teduh dan asri yang sekarang ini dirasakan tidak didapat dengan mudah dan instan.

“Perlu satu bulan proses pembersihan dan perawatan sungai baru bisa menjadikan sungai ini jadi bersih. Karena pada awalnya sungai ini dipenuhi kotoran, bahkan bangkai tikus,” ungkapnya sambil menabur pakan ikan di sungai tersebut, Rabu (24/02) siang.

Ia menjelaskan ikan dipelihara dengan jumlah tertentu sesuai ukuran sungai, sehingga tidak menyebabkan bau dan kotor

Di atas sungai Gang AA ini, juga dibangun Gazebo atau saung dengan konsep natural alami dari bahan kayu yg ditempatkan tepat di atas jalur sungai. guna mempercantik suasana lingkungan sekitar.

“Tapi tujuan utama pembuatan gazebo ini adalah agar menjadi wadah bagi masyarakat di sini untuk duduk bersama dan saling berdiskusi. Bisa juga digunakan anak-anak untuk belajar,” imbuhnya.

Ia membeberkan, konsep Taman Iwak Gang AA ini dikerjakan warga secara swadaya sejak awal bulan Oktober 2020.

Berita Lainnya
1 dari 2.653

“Dimulai dari inisiatif warga. Sebenarnya tujuan kami hanya satu, yakni demi kebersihan sungai. Oktober 2020 sudah mulai pembersihan, tapi setelah bulan November kami mengisi ikannya, dan Desember mulai pengecatan,” ucap Ivan, Ketua Pengurus Taman Iwak gang. AA Bungas.

Disamping itu, Ivan tidak menampik jika pada awalnya ide yang ia laksanakan ini sempat mendapat penolakan. Pasalnya tidak semua warga mendukung konsep tersebut.

Namun setelah diberi pengertian bahwa konsep utamanya bukan ternak ikan, warga pun akhirnya manut dan juga ikut andil dalam memberi hiasan di sekitar sungai.

“Penolakan dari warga itu pasti ada, terutama yang takut sungainya jadi bau. Tapi setelah dijelaskan bahwa itu bukan untuk tambak ikan, Alhamdulillah semua setuju,” tambah Ivan.

Lebih lanjut, Ivan mengatakan pihaknya akan melakukan inovasi lanjutan, yakni pembangunan gazebo tambahan serta akan memperpanjang ruas sungai untuk dihiasi dengan lampu-lampu dan hiasan di taman.

“Rencana kedepannya kita juga akan lengkapi lagi tanamannya dengan tanaman obat, terus kita akan berikan penerangan lebih bagus lagi di sungainya apalagi bulan ramadhan. Dan kita tambah gazebo atau saung lagi untuk warga bisa bersantai,” pungkas Ivan

Di sisi lain, pria dengan nama panggilan Ivan Borneo itu berharap bisa mendapat dukungan dari pihak swasta maupun pemerintah untuk bisa mengembangkan kawasan tersebut.

“Kami sangat berharap dapat dukungan dari Disbudpar dan DKP3 Kota Banjarmasin. Khususnya dalam pengembangan potensi wisata dan pengembangbiakkan ikan di kolam,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Belitung Utara, Amrullah mengaku sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh warganya.

“Ini merupakan sebuah inovasi dan bisa dijadikan sebagai pemukiman percontohan bagi warga di gang-gang lainnya,” tukasnya.

Menanggapi harapan warga, kedepannya Lurah dengan sapaan Aam itu akan mengajukan permohonan bantuan kepada dua dinas yang disebutkan oleh Ivan.

“Jadi kita bisa memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki dan dikembangkan atas swadaya masyarakat di sini. Upaya yang dilakukan warga dalam menjaga lingkungannya ini patut diacungi jempol,” tandasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya