Wacana Kereta Bandara Terus Dimatangkan

Berita Lainnya

Guru Khalil Tutup Usia, Warga Banjar Berduka

Sah! Banjarmasin Terapkan PPKM Level IV

1 dari 1.257

Banjarbaru, KP – Wacana pembangunan rel kereta api bandara Syamsudin Noor terus dimatangkan. Pemprov Kalsel bakal melakukan kajian awal studi kelayakan atau pra fisibility studi (FS).
Dijelaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira, sebelum melangkah lebih jauh terakit rencana pembangunan tersebut terlebih dahulu dilaksanakan pra fisibility studi (FS) atau kajian awal studi kelayakan.
Disebutkannya, dari kajian awal studi kelayakan tersebut bakal diketahui apakah dilanjutkan kajian studi kelayakan.
Dari kajian awal tersebut bakal diketahui apakah proyek terseut layak dibangun. Jika memang layak diangun maka dilakukan studi kelayakan yang lebih mendetail lagi. Melalui studi kelayakan juga akan diketahui kemungkinan proyek dibangun menggunakan APBD, APBN, ata KPBU (kerjasama pemerintah dengan badan usaha). Biaya studi kelayakan itu cukup mahal, makanya dilakukan kajian awal studi kelayakan terlebih dahulu,'' ujar Fajar, Minggu (14/2). Terpisah, Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel, Kemas A Rudi Indrajaya, mengatakan pihaknya akan melaksanakan kajian rencana rel kereta api bandara tersebut. Ia menyebut terdapat enam wilayah yang menjadi kawasan skala prioritas kajian. Keenam wilayah tersebut Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala), Barito Kuala (Batola), dan Tapin. Kegiatan kajian kereta bandara ini tidak mencakup 13 kabupaten/kota, tetapi hanya 6 wilayah saja di Kalimantan Selatan,” ujarnya.(mns/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya