Fokus Pikirkan Perut, Covid Meningkat

Banjarmasin, KP – Kasus konfirmasi Positif di Banjarmasin setiap harinya selalu meningkat. Bahkan hingga sampai saat ini kasus aktif Covid-19 di Banjarmasin sudah mencapai angka 417 kasus aktif.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah untuk menangani permasalahan Covid-19, Khususnya di Banjarmasin. Setiap harinya penambahan kasus aktif mencapai angka 50 kasus perhari, hal ini diinformasikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin Melalui postingan di akun sosial media pribadi Dinkes Banjarmasin.

Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, yang juga merupakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi. “Jadi memang dari pantauan kita hingga sampai hari kemarin itu berjumlah 417. Dari 417 kasus ini masih sangat tinggi, karena kita dulu pernah mencapai 51 kasus aktifnya,” tutur Machli, Jumat (12/3).

Saat disinggung terkait tingginya angka kasus penambahan per hari, Machli menjelaskan bahwa peningkatan kasus tersebut terjadi pasca musibah banjir melanda Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini beberapa waktu lalu.

Menurutnya saat terjadi musibah banjir kemarin, sebagian besar masyarakat banyak mengabaikan prokes, dan itulah yang membuat angka kasus Covid-19 di Banjarmasin kembali meningkat tajam.

“Berdasarkan evaluasi kami tingginya kasus itu penyebab pertama dikarenakan banjir kemarin. Pada saat banjir orang fokusnya bukan ke masker atau protokol kesehatan, tetapi memikirkan isi perut mereka, itu yang menjadi fokusnya mereka,” bebernya.

Yang kedua, Kepala Dinkes Kota Banjarmasin ini menilai, bahwa saat ini masyarakat seakan sudah bosan dalam menggunakan masker dalam menjalani aktivitas kesehariannya.

Berita Lainnya
1 dari 2.665

“Ketiga kita lihat memang disini lemah akan pengawasan. Untuk itu pengawasan ini yang nantinya akan kita perkuat kembali,” paparnya.

Dengan kondisi ini ia mengaku sangat prihatin, untuk itu ia sangat mengharapkan warga agar selalu disiplin menegakan protokol kesehatan (Prokes) dengan tetap melakukan prinsip 4M, yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mencuci Tangan Dengan Sabun.

“Langkah yang akan kita lakukan untuk menghentikan laju angka Covid-19 di Banjarmasin yakni dengan memperpanjang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” ucapnya.

Upaya perpanjangan PPKM tersebut dilakukan dengan semakin memperketat Prokes di Banjarmasin. Machli juga mengakui pelaksanaan PPKM sebelumnya dinilai masih belum efektif.

“Jujur saja PPKM sebelumnya itu pengawasannya masih lemah. Itulah kelemahan dari PPKM berskala mikro di minggu-minggu kemarin, dan minggu ini PPKM itu akan diperpanjang,” jelasnya lagi

Menurutnya, ketiga haI tersebutlah yang menjadi fenomena kenaikan angka kasus Covid-19 di Banjarmasin. Sehingga ia menekankan untuk kembali menguatkan barisan bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini.

“Satukan visi dan misi kita yang sama untuk pengendalian Covid-19 di Banjarmasin,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya