Kinerja Ekspor Alami Peningkatan di Januari

Pasokan bahan baku yang berasal dari daerah-daerah Banua Enam, kemudian Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, terganggu akibat rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan pasca banjir,” kata Birhasani.

BANJARMASIN, KP – Evaluasi kinerja ekspor Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2021 yang dilakukan Dinas Perdagangan Kalsel, khususnya di bulan Januari lalu hasilnya mengalami peningkatan.

“Potensi ekspor Kalsel bulan Januari 2021 cukup bagus, jika dibandingkan dengan bulan Desember 2020. Ada kenaikan sekitar 7 persen. Ekspor Kalsel sudah meningkat di bulan Oktober, triwulan terakhir 2020,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani, Selasa (2/3).

Dia berharap, dalam bulan Februari juga akan mengalami kenaikan. Hanya saja, beberapa kendala yang dihadapi memungkinkan nilai ekspor sedikit turun.

“Seandainya naik juga, mungkin tidak terlalu banyak, karena ada hambatan untuk ekspor Kalsel di bulan Februari. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku dan infrastruktur jalan pasca banjir,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk perusahaan pengekspor dan pergudangan banyak terdapat di kawasan Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan sebagian di Kabupaten Tanah Laut. Dimana, wilayahnya tidak terlalu jauh dengan pelabuhan Trisakti.

Sementara, bahan baku banyak berasal dari Banua Enam dan wilayah lainnya, yang memasok ke perusahaan atau pegudangan di Banjarmasin dan wilayah lainnya.

“Pasokan bahan baku yang berasal dari daerah-daerah Banua Enam, kemudian Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, terganggu akibat rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan pasca banjir,” kata Birhasani.

Berita Lainnya
1 dari 857

Dengan asumsi tersebut, tambah Birhasani, kemungkinan kinerja ekspor Kalsel pada bulan Februari peningkatannya lebih kecil dibandingkan Januari.

“Seandainya naik juga, kemungkinan tidak akan sebesar bulan Januari,” ucapnya.

Diakui Birhasani, diperlukan waktu untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak dan jembatan yang putus, meskipun sekarang sudah diperbolehkan angkutan dengan tonase 10 ton.

“Yang diperbolehkan melewati jembatan Haji Salim Matraman itu adalah truk tangki BBM. alangkah baiknya, barang lain juga mestinya diperbolehkan, terutama yang mengangkut bahan pokok. Yang penting tidak melebihi 10 ton,” tambah Birhasani.

Termasuk juga, lanjutnya lagi, adalah armada yang membawa bahan baku industri. Seperti karet dari Pelaihari dan udang dari Tanah Bumbu yang semuanya dikirim ke pergudangan di wilayah Banjarmasin dan Bati-bati.

“Kalau tidak melebihi 10 ton, saya rasa harus diizinkan,” imbuh Birhasani.

Dengan diizinkannya angkutan tersebut melintas, ia berharap dampak banjir tidak akan terlalu berimbas bagi perekonomian Kalsel.

“Jangan sampai masalah elpiji dan BBM saja yang bisa teratasi, tetapi ekspor dan perkonomian kita turun, karena masalah hambatan di infrastruktur,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya