Alasan Mengantar Donat, Tiga Remaja Kepergok Ngamar di Siang Bolong

Banjarmasin, KP – Satu remaja laki-laki dan dua remaja perempuan kepergok oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Banjarmasin di salah satu hotel kelas melati.

Ketiga remaja tersebut didapati sedang asyik ngamar di siang hari bolong dalam razia penyakit masyarakat (pekat) jelang memasuki Bulan Suci Ramadhan.

Menurut pengakuan salah salah satu remaja putri tersebut, keberadaan mereka di hotel hanya untuk membeli kue donat dari temannya.

“Cuma ngantar donat, janjinya ketemuan di sana,” ujarnya saat dibincangi awak media usai diamankan petugas di ruang aula Mako Satpol-PP Kota Banjarmasin, Senin (12/04) siang.

Alasan itu tentu dibantah oleh petugas Satpol PP. Pasalnya, dari penjelasan petugas, saat dipergoki, kedua remaja putri tersebut tengah bersembunyi di belakang pintu kamar.

“Kalau cuma ngantar donat, kenapa harus masuk ke dalam kamar. Sedangkan mereka bukan suami istri yang sah,” tegas salah satu petugas.

Ketiga remaja tersebut bukan satu-satunya temuan giat pekat Satpol-PP Kota Banjarmasin. Berdasarkan pantauan Kalimantan Post, aparat penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin itu juga menjaring puluhan muda-mudi yang ngamar di siang bolong,

Alhasil, mereka pun akhirnya digelandang oleh petugas Satpol PP ke markas mereka yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Berita Lainnya

Banjarmasin Bantah Terapkan PPKM Level IV

1 dari 3.184

Di siang bolong, sebanyak 25 orang kembali diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin saat razia penyakit masyarakat (Pekat), pada Senin (12/4/2021).

Mereka terjaring di berbagai hotel kelas melati yang ada di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini. Namun rata-rata berasal dari hotel atau penginapan di kawasan Banjarmasin Tengah dan Utara.

Ironisnya, razia tersebut ternyata masih ditemukan anak berusia di bawah umur. Bahkan, ada pula yang mengaku sudah berkeluarga.

Ketika ditanya oleh petugas, puluhan orang ini tidak bisa menunjukkan identitas pernikahannya.

“Memang masih banyak yang terjaring razia di hotel-hotel. Mereka tidak bisa menunjukkan buku pernikahan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin.

Razia kali ini berbeda dari sebelumnya. Sebab, petugas bukan menyasar suasana malam, melainkan pada siang bolong. Menurut Muzaiyin, pihaknya ingin mencoba suasana berbeda. Dan hasilnya, masih banyak orang terjaring.

“Kita memang sengaja mengambil waktu siang untuk razia, kan tidak mesti harus malam. Ternyata masih ada juga pasangan tidak sah yag ngamar di hotel,” tuturnya.

Usai terjaring, puluhan pasangan bukan suami istri ini digelandang petugas ke Markas Satpol PP Banjarmasin. Mereka kemudian dilakukan pendataan serta pembinaan dari petugas.

“Mereka boleh pulang ke rumah dengan catatan harus dijemput pihak keluarga. Supaya keluarganya bisa membimbing ke jalan yang benar,” pungkasnya.

Selain melakukan penertiban, aparat juga memberikan himbauan kepada pengelola hotel terkait aturan operasional selama bulan suci Ramadhan. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya