BPJAMSOSTEK Banjarmasin Salurkan Rp 803 Juta untuk Beasiswa Anak Ahli Waris

Banjarmasin, KP – BPJamsostek merealisasikan penyaluran manfaat beasiswa pendidikan anak peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) secara serentak di 34 Provinsi di Indonesia.

Dengan adanya beasiswa tersebut, diharapkan anak-anak peserta JKK dan JKm memiliki harapan baru untuk meneruskan pendidikan sampai dengan perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BPJamostek Anggoro Eko Cahyo dalam acara Penyerahan Manfaat Beasiswa Pendidikan Anak Peserta Program JKK dan JKm yang disiarkan secara live melalui Youtube BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (21/4/2021) petang.

“Dalam kesempatan ini kami mengapreasiasi Ibu Menteri Ketenagakerjaan, karena akhirnya Permen Nomor 5 Tahun 2021 bisa afektif 1 April nanti. Tentu saja hadirnya Permen ini harapan baru anak-anak serta BPJamsostek untuk tetap dapat meneruskan pendidikan hingga perguruan tinggi,” katanya.

Menurutnya, manfaat beasiswa ini naik signifikan, 1.350%, dari sebelumnya sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak, hingga menjadi maksimal Rp174 juta untuk dua orang anak.
Anggoro menambahkan proyeksi total penerima manfaat beasiswa ini mencapai 10.451 anak, dengan total nilai yang dikucurkan sebesar Rp115,64 miliar. 

“Penyalurannya diharapkan sebelum lebaran kita bisa tuntaskan. Kita juga berharap kerja sama Gubernur dan Walikota untuk semuanya bersama-sama melaksanakan ini karena sudah ditunggu-tunggu,” sebut Anggoro.

Di Banjarmasin, pada waktu bersamaan, penyerahan manfaat beasiswa pendidikan anak peserta program JKK dan JKm diserahkan oleh Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA secara simbolis di Gedung Mahligai Pancasila, Rabu (21/4) petang.

Kepala kantor Cabang BPJamsostek Banjarmasin, Opik Taufik yang diwakili pejabat pengganti sementara (PPS), Tatep Fuadi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan implementasi PP 82 tahun 2019 dan Permenaker No 5 tahun 2021 yang di dalamnya ada manfaat beasiswa untuk dua orang anak dengan masa iuran minimal 36 bulan.

Berita Lainnya
1 dari 743

“Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2019 yang diterbitkan bertepatan dengan ulang tahun kita yang ke 40,” ujarnya.

Lantas, kenapa baru disalurkan saat ini? Karena, menurutnya Peraturan Menteri Tenaga Kerja baru terbit tahun ini, yaitu Permen Nomor 5 Tahun 2021 tentang tata cara pembayaran klaim jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Jadi, lanjutnya lagi, santunan itu diberikan kepada ahli waris yang disebabkan peserta mengalami kecelakaan kerja sampai dengan meninggal dunia, maupun akibat peserta meninggal dunia dengan kepesertaan minimal 3 tahun.

Ditambahkannya, santunan yang diberikan memastikan anak dari peserta diberikan kesempatan dua orang untuk bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

“Jika ditotal dari usia PAUD hingga perguruan tinggi sekitar Rp 174 juta untuk dua orang anak. Dan, untuk tahun ini, pada hari Senin 19 April kemarin, Kantor Cabang Banjarmasin, telah menyalurkan sekitar Rp 803 juta, dari 186 klaim yang meninggal dunia, dengan siswa yang kita bayarkan berjumlah 234 orang,” bebernya.

Dikatakannya lagi, misalkan peserta memiliki dua orang anak, namun yang usia sekolah hanya satu orang, maka yang dibayarkan saat ini hanya satu orang. Sementara, yang satu lagi menunggu hingga memasuki usia sekolah.

“Siswa SMP yang tadi menerima beasiswa, ayahnya meninggal dunia dan terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Manfaatnya, anak itu dapat Rp 2 juta per tahun. Begitu masuk SMA dapat Rp 3 juta per tahun, jika terus sampai kuliah ia mendapat Rp 12 juta per tahun,” terangnya.

Diketahui, beasiswa pendidikan anak diberikan sesuai dengan tingkat pendidikan dengan ketentuan sebagai berikut ; Pendidikan Taman Kanak-kanak sampai dengan Sekolah Dasar/sederajat sebesar Rp 1,5 juta per orang per tahun, Pendidikan Sekolah Menengah Pertama/sederajat sebesar Rp 2 juta per orang per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan paling lama 3 tahun.

Sedangkan, Pendidikan Sekolah Menengah Atas/sederajat sebesar Rp 3 juta per orang per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan paling lama 3 tahun.
Dan, Pendidikan Tinggi paling tinggi Strata 1 atau pelatihan sebesar Rp 12 juta rupiah per orang per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan paling lama 5 tahun. (opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya