Pemko Diminta Benahi Manajemen Pasar Tradisional

Banjarmasin,KP – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Bambang Yanto Permono SE menilai, hampir sebagian besar pasar tradisional yang ada di Kota Banjarmasin belum terkelola dengan baik. Bahkan terkesan tidak memiliki manajemen sama sekali.

Menyikapi masalah ini Bambang Yanto mengharapkan, Pemko segera mengambil langkah kebijakan untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

” Kebijakan itu harus diupayakan ditengah persaingan dengan bermunculannya pasar modern,”kata Bambang Yanto.

Kepada {KP} Jumat (2/4/2021) ia mengatakan, menyusul marak bermunculannya pasar modern seperti minimarket baik langsung maupun tidak langsung tentunya memicu persaingan terhadap keberadaan pertumbuhan pasar tradisional.

Masalahnya lanjut Bambang Yanto, karena pasar modern dengan dilengkapi AC, tertata dengan baik dan bersih, sehingga para konsumen atau pembeli akan merasa lebih nyaman berbelanja di pasar modern daripada pasar tradisional.

Kendati sebelumnya Wakil Ketua Komisi dari Partai Demokrat ini mengakui, dalam beberapa tahun terakhir Pemko Banjarmasin telah melaksanakan program revitalisasi berupa penataan dan pembenahan sejumlah pasar tradisional di kota ini.

Namun demikian ia berpendapat program itu dirasakan tidaklah cukup, lantaran pasar tradisional yang sudah direvitalisasi dan dilakukan penataan hingga kini belum diimbangi sejumlah kebijakan dan program strategis lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.665

Seperti lanjutnya, pembangunan kelembagaan (institutional building), perlunya membentuk kepengurusan atau organisasi , hingga pengembangan sistem manajemen pasar beserta sumber daya manusia (SDM) yang terlibat.

“Tidak kalah penting perlunya pembinaan terhadap pedagang pasar tradisional itu sendiri,” tandas Bambang Yanto.

Ditegaskannya, melalui perbaikan sarana dan prasarana dengan diimbangi pengelolaan yang baik sangatlah dibutuhkan untuk menghilangkan keberadaan pasar tradisional terkesan semrawut kumuh, kotor serta becek.

Ia mengatakan, Pemko Banjarmasin harus konsisten dalam menjaga eksistensi pasar tradisional agar memberi manfaat kepada masyarakat, maupun untuk kepentingan pedagang itu sendiri yang rata-rata kebanyakan bukan pedagang besar.

Ia mengungkapkan, Pemko Banjarmasin sudah memberikan peluang kepada pelaku usaha untuk mendirikan tempat perbelanjaan modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Pihak Pemko Banjarmasin sendiri meyakini, diberikannya izin pendirian pasar modern ini tidak akan berdampak tersainginya pelaku usaha seperti UMKM atau terhadap kelangsungan pasar tradisional.

Salah alasan dikemukakan. karena pasar modern hanya menjual kebutuhan barang-barang tertentu tidak seperti pasar tradisional.

“Selain itu masuknya pusat perbelanjaan modern diyakini akan memberikan peluang terhadap penyerapan tenaga kerja, menyusul sulitnya mencari peluang kerja, baik formal maupun informal saat ini,” kata Bambang Yanto Permono. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya