Pendistribusian Gas LPG Bakal Terhambat Akibat Jalan Rusak

Normalnya, LPG yang didistribusikan ke daerah sebanyak 400 MT. Namun karena terkendala jalan rusak dikawasan jalam Gubernur Sarkawi, sampai sekarang baru 70 persen yang bisa didistribusikan ke agen-agen yang ada di kabupaten/kota.

BANJARMASIN, KP – Terhambatnya jalan dikawasan Gubernur Syarkawi berdampak terganggunya distribusi gas LPG berbagai ukuran di kabupaten/kota di Kalsel.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel, H Saibani, mengatakan, dikhawatirkan masyarakat akan kembali kesulitan mendapatkan gas LPG terlebih mendekati bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari saja. Dimana aktivitas kebutuhan meningkat.

“Terhambatnya pengangkutan sudah berlangsung 6 hari ini, truk membawa gas elpiji kami tidak bisa distribusi,” Minggu (11/4) sore.

Padahal, stok di Depo Pertamina kawasan jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala (Batola) berlimpah. Sampai hari ini saja, jumlahnya sebanyak 3.652 Metrik Ton. Jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kalsel sampai sepuluh hari ke depan.

Normalnya, LPG yang didistribusikan ke daerah sebanyak 400 MT. Namun karena terkendala jalan rusak dikawasan jalam Gubernur Sarkawi, sampai sekarang baru 70 persen yang bisa didistribusikan ke agen-agen yang ada di kabupaten/kota.

Berita Lainnya
1 dari 854

“Biasannya pendistribusian atau pengangkutan gas hanya satu hari, sekarang mereka terpaksa bermalam di jalan 2-3 hari,”ucapnya.

Dikatakanya pula permasalahan tersebut sudah menyampaikan kepada dinas terkait, namun sampai sekarang belum ada solusi. Bahkan kondisi ini mulai menimbulkan gejolak di masyarakat.

Masyarakat mulai resah. Jika tetap tak ada solusi, dikhawatirkan menimbulkan inflasi. Padahal beberapa hari lagi memasuki bulan Ramadan, terlebih para warga yang berdagang.

“Kalau Jembatan Alalak 1 dibuka, saya yakin akan lancar distribusi LPG,” harapnya

Untuk saat ini agar agar tetap bisa mendistribusikan ke agen-agen, pihaknya terpaksa menyewa kapal LCT untuk mengangkut gas dari depo Barito menuju Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jambu dan Lingkar Selatan. Namun penditribusian yang dilakukan oleh pertamina dan Hiswana tdak bisa maksimal.

“Satu kali penyeberangan dapat mengangkut 14 unit truk. Tiap truk tangki gas, mengangkut sebanyak 13 MT dan waktunya lama jika dibanding kondisi lewat darat. Dengan kondisi sekarang saya khawatir dimanfaatkan oknum spekulan. Harga gas LPG yang semula di eceran normal, diprediksi bakal kembali melonjak,” pungkasnya. (fin/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya