Bupati Bartim Menghimbau Shalat Idul Fitri 1442 H Sesuai SE Kemenag RI

Tamiang Layang, KP – Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas menghimbau agar umat muslim yang akan melaksanakan shalat Idul Fitri 1442 Hijriah sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Agama Republik Indonesia nomor 7 tahun 2021.

“Tujuan himbauan ini di jelaskan untuk memberikan panduan penyelenggaraan shalat Idul Fitri dan melindungi warga kita di Bartim dari penyebaran COVID-19,” kata Ampera AY Mebas di Tamiang Layang, Senin ( 10/5/2021 )

lebih jelas lagi Ampera mengatakan ketentuan shalat Idul Fitri untuk daerah berstatus zona merah dan oranye, penyelenggaraan shalat Idul Fitri agar dilakukan di rumah masing-masing, sesuai dengan fatwa MUI dan ormas Islam lainnya.

Sedangkan daerah yang aman dari COVID-19 atau berstatus zona hijau dan kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang, maka shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di masjid dan lapangan.

Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di masjid dan lapangan diwajibkan memperhatikan standar protokol kesehatan secara ketat dan mengindahkan sejumlah ketentuan dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Berita Lainnya
1 dari 145

Shalat Idul fitri dilakukan sesuai rukun shalat dan khutbah diikuti seluruh jemaah yang hadir. Jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah.

“Jamaah yang datang dipastikan kesehatannya dengan pengecekan oleh panitia menggunakan alat pengecek suhu ( thermogun ),” kata Ampera.

Bagi para lansia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan luar daerah, disarankan tidak menghadiri shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan shalat Idul Fitri dan selama menyimak khutbah di masjid dan lapangan.

Khotbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi dengan pembatas transparan antar khatib dan Jemaah.

“Seusai shalat Idul Fitri, jemaah diharapkan kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik,” kata Ampera.

Namun, kata Ampera, pantia pelaksana shalat Idul Fitri wajib berkoordinasi dengan pemerintah derah, Satgas Penanganan COVID-19 Bartim, dan unsur keamanan setempat sebelum menggelar shalat Idul Fitri. Hal itu dilakukan untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan terlaksana dengan baik. (vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya