Digantung Tanpa Izin, Spanduk Provokatif Bikin Warga Resah

Banjarmasin, KP – Warga wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan dibikin resah dengan keberadaan spanduk bernada sindiran dan hasutan yang bertebaran jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Kalimantan Selatan.

Pasalnya, spanduk yang memuat berbagai macam kalimat ajakan untuk tidak menolak politik uang tersebut dinilai warga malah membuat tensi politik di wilayah PSU semakin memanas.

Hal itu diungkapkan Ramli saat ditemui awak media di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarmasin, Jumat (21/05) siang.

Ketua Rukun Tetangga (RT) di salah satu wilayah Kelayan Barat itu mengatakan, bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui sejak kapan spanduk itu dipasang di wilayahnya.

Menurutnya. Tidak hanya tersebar dalam bentuk spanduk saja, bahkan ada juga yang berupa stiker-stiker yang juga berisikan kalimat bernada provokatif, hasutan dan ancaman di wilayah PSU.

“Kata-kata ini sangat tidak etis untuk dibaca dan tidak mendidik bagi kita sebagai masyarakat yang hidup bernegara,” ungkapnya.

Ramli membeberkan, spanduk dan stiker itu terpasang di berbagai tempat dan jalan. Ada yang bergantung di pohon, teras rumah bahkan di bagian atap depan rumah warga.

“Hal ini tentu sangat meresahkan, seolah-olah memfitnah masyarakat yang akan memilih pada pelaksanaan PSU nantinya dikarenakan uang,” ujarnya

Saat ditanya siapa sebenarnya yang memasang media sosialisasi anti politik uang itu. Ramli mengaku bahwa dirinya serta warga sekitar sama sekali tidak mengetahuinya.

“Karena saya merasa tidak pernah mengeluarkan izin. Makanya kita juga tidak mengetahui, siapa sebenarnya pelaku yang memasangkan spanduk dan stiker yang sudah meresahkan warga ini,” tukasnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.249

Ambil contoh ada spanduk bertuliskan “Ambil Duitnya Jangan Dicucuk Orangnya” yang menyertakan nama salah satu ulama kondang di indonesia. Juga ada pula “Peringatan!!! Gasan Nang Handak Curang, dan seterusnya”.

Selain itu, ia menambahkan di wilayahnya sering ada mobil membawa videotron sebagai media untuk menampilkan kalimat-kalimat serupa dari paslon nomor urut 2.

“Semuanya sangat mengganggu dan meresahkan kami, serta mengganggu keindahan. Hal ini tentu bertentangan dengan ketertiban umum Di Kecamatan Banjarmasin Selatan,” keluhnya.

Alhasil, Ramli bersama beberapa warga lainnya pun memutuskan mendatangi sekretariat Bawaslu Kota Banjarmasin untuk melapor keadaan ini, Jumat (21/05).

“Kami meminta Bawaslu agar bertindak tegas dan proaktif untuk menghentikan upaya-upaya dari pihak tertentu yang menyudutkan masyarakat,” katanya, usai melapor.

Karenanya. Ia meminta Bawaslu maupun aparat Satpol PP untuk turun membersihkan spanduk-spanduk serta stiker yang dianggap ilegal dan berisi fitnah kepada masyarakat.

“Kami tunggu 2×24 jam untuk membersihkan. Bila tidak, kami yang lakukan sendiri,” ancamnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Banjarmasin, Rahmadiansyah mengaku akan menindaklanjuti laporan yang dimasukkan oleh Ramli dan warga lainnya itu.

Namun, pihaknya mengaku perlu meminta beberapa keterangan lagi dari sejumlah pihak terkait. Lagi pula dalam PSU ini tak ada tahapan kampanye.

“Nanti akan kita minta keterangan lagi, karena masih ada beberapa yang perlu dilengkapi. Titiknya dimana saja, untuk ditindaklanjuti,” ujarnya singkat. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya