Tutup Kegiatan Tadarus Alquran 1442 Hijriah
Bupati Tapin Baca Surah ad Dhuha

Rantau, KP – Bupati Tapin HM Arifin Arpan secara resmi menutup kegiatan tadarus sekaligus khatam tadarus alquran kelompok pria tahun 1442 hijriah/2021 masehi bertempat Gedung Seketariat PKK Kabupaten Tapin. Minggu (9/5/2021) malam.

Tema melalui tadarus dan khatam al quran membentuk pribadi masyarakat kelompok yang qurani untuk tapin maju mandiri sejahtera yang agamis.

Usia menutup kegiatan tadarus dilanjutkan dengan membaca surah surah diakhir kitab suci alquran, dimulai dar Bupati Tapin HM Arifin Arpan membaca surah ad dhuha dilanjutkan Wakil Bupati Tapin H Syafrudin Noor surah dan Kepala Kemenag Tapin Mahrus, Ketua MUI Tapin Hamdani, Aspem Kesra Gt Ridha Jaya Wardana, Asisten Ekobang Errani Martin dan kelompok pria perwakilan masjid dan moshola di Kab Tapin.

Bupati Tapin mengatakan, dengan segala keterbatasan dan tetap disiplin prokes kita dapat menjalankan kegiatan tadarus alquran selama bulan ramadhan.

“Kegiatan tadarus alquran sudah menjadi agenda rutin tahunan pemerintah daerah setiap memasuki bulan ramadhan, namun masih dalam suasana wabah melanda tentunya segala kegiatan dibatasi, sehingga siar agama tidak terlihat selama bulan ramadhan,” jelasnya.

Dikatakan Bupati, terkait kebijakan ini tidak lain mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat tentunya pemerintah daerah wajib melaksanakan sesuai dengan ketentuan berlaku, salah satunya terkait pencegahan dan penanggulangan covid 19 yakni tetap disiplin protokol kesehatan.

“Mudah mudahan dengan kita terus membaca dan memahami isi kandungan alquran, sekakigus memanjatkan doa berharap wabah segera hilang dimuka bumi ini, anggaplah sebagai doa permohonan kepada Allah SWT.”harap bupati Tapin.

Berita Lainnya
1 dari 251

Dikatakan Bupati tadarus alquran dilaksanakan satu bulan penuh, secara bergantian di isi oleh jemaah lingkungan langgar dan masjid di Tapin.

Pada kesempatan baik ini pula saya menyampaikan terkait pelaksanaan shalat idul fitri yang akan berlangsung dalam beberapa hari lagi, juga diatur dengan batasan 50 persen dari kapasitas ruangan.

“Artinya boleh saja melaksnanakan shakat id berjamaah namun dengam kapasaitas 50 persen dari kapasitas ruangan dan tetap melaksanakan protokol kesehatan covid 19,” katanya.

Dihimbau kepada warga masyarakat agar tidak memaksakan diri dalam mengikuti shalat id berjamaah di masjid atau tanah lapang kalau bisa dilakukan di rumah itu lebih baik, hal ini semata mata untuk menjaga diri kita terhindar dari penyakit covid 19.

“Kalaupun ingin melaksanakan tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan covid 19,” tambahnya.

Tolong sampaikan kembali kepada keluarga lainnya dilingkungan masing masing, hal ini kita sama sama menjaga agar terhindar dari wabah covid 19.

Mudah-mudahan kita ditemukan lagi lebaran yang tahun akan datang kita selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. (abd/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya