Food Estate Terkendala SDM dan Curah Hujan

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah H. Nurul Edy menyebutkan dua hal yang menjadi kendala program Food Estate di Kalteng, yaitu terbatasnya sumber daya manusia (SDN) dan curah hujan.

PALANGKA RAYA, KP — Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah H. Nurul Edy melaporkan dya hal kendala Program Food Estate di Kalteng, pertama terbatasnya sumber daya manusia (SDN) dan curah hujan.

Laporan itu ia sampaikan saat mewakili Plt.Sekretaris Daerah Prov. Kalteng H. Nuryakin menghadiri Rapat Koordinasi Food Estate Kalteng, berlangsung secara virtual melalu video conference dari Ruang Rapat Bajakah II, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (16/6).R Rakor dipimpin oleh Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Tulus Hutagalung.

Kegiatan dalam rangka melaksanakan amanat Perpres nomor 109 Tahun 2020 terkait dengan Monitoring dan Evaluasi PSN khususnya Pemantauan Percepatan Pelaksanaan program Food Estate. Agenda pembahasan pada kegiatan ini diantaranya pertama progres penetapan Rancangan Peraturan Presiden tentang Food Estate.

Kedua, tindaklanjut penyusunan master plan Food Estate Kalteng dan pembahasan dalam 2022. Ketiga, konsep bentuk kelembagaan, penyediaan SDM dan pendanaan pengelola kawasan food estate Kalteng.

Berita Lainnya
1 dari 530

Keempat, tindak lanjut hasil Survey IP4T dalam rangka menyelesaikan permasalahan pemilikan dan penguasaan lahan. Terakhir, penajaman rencana kerja K/L Tahun 2021-2022 pada lahan Eks-PLG blok A dengan luas potensial 43.503 Ha.

Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Tulus Hutagalung menyampaikan sesuai arahan Presiden yang disampaikan dalam Peresmian Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara pada tanggal 11 Januari 2021, Food Estate di Sumatera Utara dan Kalteng agar diselesaikan pada Tahun 2021

Untuk program selanjutnya akan dievaluasi dari FE Sumatera Utara dan Kalteng. Selain itu, kedepannya food estate Sumatera Utara dan Kalteng akan menjadi percontohan bagi Provinsi lain dan Provinsi lain nya akan didorong dan diberikan dana dari APBN, tetapi harus ada return economy yang diberikan kepada Negara.

Menurut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng H. Nurul Edy kondisi terkini kawasan Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Mulai di Kabupaten Pulang Pisau, lahan yang sudah ditanam hampir 100 persen, dan lebih dari 70 persen sudah panen. Kemudian, di Kabupaten Kapuas, Kecamatan Dadahup khususnya, Kementerian PU sedang melakukan persiapan-persiapan pembangunan infrastruktur.

Dibeberkan beberapa kendala yang sedang dihadapi saat ini yakni dalam 2 bulan terakhir, curah hujan cukup tinggi di Kalteng termasuk di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, sehingga perlu dilakukan penanganan perairan agar bisa lebih optimal penanaman dilokasi khususnya A2. Terkait SDM, H. Nurul Edy menyampaikan Tahun 2021 ini akan dilakukan penempatan kurang lebib 150 KK, dimana 120 KK merupakan SDM lokal.

Diakuinya keterbatasan SDM ini berpengaruh sehingga pengelolaan lahan belum terlaksana maksimal untuk dimanfaatkan. Terkait pemberian pupuk, H. Nurul Edy berharap pemberian pupuk dapat dilakukan tepat waktu. Terakhir, terkait jalan, perlu dilakukan peningkatan infrastruktur khususnya dari jalan trans Kalimantan sampai masuk wilayah Belanti Siam dimana jarak tempuh sekitar kurang lebih 1,5 jam. (drt/K-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya