Pelaku Mutilasi Butuh 3 Menit Penggal Kepala Korban

Korban sempat teriak “tolong, sakit dan sayang’

BANJARMASIN, KP – Pasca diamankannya pelaku mutilasi terhadap korban Rahmah, Hari Purwanto (40) terlihat santai saat Press Realase di Ruang Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, Kamis (3/6).

Dipimpin langsung Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM didampangi Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi menjelaskan, alur kronologis kenekatan pelaku hingga nekat menghabisi ibu rumah tangga menggunakan pisau tersebut.

“Proses memenggal kepala korban tak memakan waktu lama, hanya sekitar 3 menit,” jelas Kapolresta dihadapan awak media.

Ia mengatakan, pelaku menggorok leher korban dari belakang menggunakan pisau belati yang dimodifikasi dari gunting

“Pelaku yang sudah kesal dengan korban yang selalu meminta tambahan sejumlah uang langsung menggorok leher korban dengan pisau belati terbuat dari gunting,” ujarnya.

Mengetahui korban tewas dengan posisi kepala terpisah, pelaku melucuti pakaian korban untuk membersihkan darah yang berceceran guna menghilangkan jejak.

“Pelaku ke luar menggunakan motor korban untuk beli solar yang nantinya digunakan untuk membakar guna menghilang jejak,” katanya

Sementara itu, Hari Purwanto mengatakan, bertemu korban di kawasan Pasar Sudimampir, Selasa (3/6) malam.

Di mana, kedua melakukan kesepakatan terkait tarif kencan sebesar Rp300 ribu di losmen HI.

Berita Lainnya

Mantan Kades Hamak Utara Dibui Tiga Tahun

1 dari 1.482

Namun, korban berulah dengan meminta tambahan Rp500 ribu, padahal “permainan” belum dimulai dengan dalih untuk tarif berhubungan badan.

Merasa syahwat sudah naik, permintaan tersebut disetejui pelaku hingga keduanya terlibat hubungan badan.

Mengetahui pelaku menikmati ‘cinta satu malam’ itu, korban kembali minta tambah Rp500 ribu. Akan tetapi tak dihiraukan oleh pelaku.

Respon tersebut tidak ditanggapi. Namun, rayuan gombal korban kembali membujuk pelaku untuk membelikan susu, popok dan kebutuhan anak-anaknya yang lain.

“Permintaan itu, aku turut untuk membeli popok dan kebutuhan anaknya,” ujar Hari yang pernah tersandung kasus narkoba.

Setelah selesai ‘bercocok tanam’, keduanya lalu menuju ritel modern di kawasan tersebut untuk merealisasikan janji pelaku. Belanjaan tersebut kemudian dititipkan ke sebuah penginapan.

Usai berbelanja sesuai permintaan korban dan uangnya pun habis. Ia pun minta tolong kepada korban untuk diantarkan pulang dengan menggunakan sepeda motornya. “Korban mau saja mengantar asalkan mau memberi uang sebesar Rp500 ribu,” kata Hari.

Alih-alih minta antar pulang ke rumah, pelaku malah membawa korban ke rumah kosong yang merupakan lokasi kejadian.

“Aku suruh korban masuk ke dalam rumah kosong itu untuk mengambil uang,” tambahnya.

Korban mau saja mengikuti permintaan pelaku. Rasa kesal yang dipendam lantaran tuntutan korban, lantas tanpa banyak bicara pelaku menggorok leher korban dari belakang dengan menggunakan sebilah gunting yang dimodifikasi seperti belati.

“Korban sempat teriak “tolong, sakit dan sayang’. Tapi karena kesal aku nekat habisi,” tukasnya. (yul/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya