Permintaan Menurun, Harga Cupang Makin Murah

Banjarmasin, KP – Sempat menjadi usaha yang menggiurkan beberapa waktu lalu, dimana komoditas ikan hias cupang mampu meraup untung besar meskipun dimasa pandemi. Namun, belakangan ini bisnis ikan cupang justru mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Hal tersebut diakui Zikri, salah seorang pebisnis ikan cupang. Selama ini, selain menjual, Zikri juga membudidayakan ikan cupang di rumahnya, di kawasan Jalan Sultan Adam, Banjarmasin.

“Iya, penjualan ikan cupang tak seramai dulu, waktu masih awal pandemi. Tapi, Alhamdulillah ada saja pembelinya. Saat ini, ikan cupang yang masih dicari orang adalah jenis multycolour, dumbo ear, Blue Rim dan warna-warna solid,” ujarnya, Senin (28/6).

Menurut Zikri, ada beberapa alasan yang menyebabkan anjloknya permintaan cupang di Banjarmasin, hingga harga jualnya saat ini pun juga ikut jatuh.

“Kemaren kan sempat rame, jadi masing-masing yang hobby cupang sudah memiliki semua. Lalu, sekarang ini orang juga sudah mulai aktif kerja, jadi banyak yang enggak memelihara cupang lagi,” jelasnya.

Faktor selanjutnya, beber Zikri, kebanyakan orang berhenti menjual ikan cupang, lantaran ada oknum pedagang yang jual apa adanya alias jual murah. Sehingga, harga cupang jadi jatuh di pasaran.

“Misalnya saja, kalau dulu harganya mulai dari Rp 80 ribu sampai Rp 200 ribuan untuk jenis cupang tertentu, sekarang kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribuan saja, tergantung corak dan ukuran,” terang Zikri, yang sering menjual cupang dengan sistem lelang di Instagram.

Ia menceritakan, untuk membudidayakan ikan cupang, langkah pertama yang harus dipersiapkan adalah mencari bibit atau indukan yang berkualitas.

Berita Lainnya
1 dari 857

“Sebaiknya, indukan harus berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, serta bebas dari cacat bawaan dan penyakit,” ungkap Zikri.

Dalam proses pemijahan, lanjutnya, siapkan tempat berupa akuarium atau wadah berukuran 20x20x20 cm.

Selain itu, sediakan juga wadah plastik untuk tempat ikan cupang betina.

Saat pemijahan, kata dia, ukuran indukan harus seukuran, misal jantan ukuran S, betina juga harus ukuran S. Ukuran M dengan M juga, begitu pula ukuran L harus dengan L.

Untuk sekali proses perkawinan, ikan cupang bisa memproduksi telur hingga 250 butir. Setelah pembuahan, telur tersebut akan menetas dalam kurun waktu 24 jam.

“Namun, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam sekali kawin, ikan cupang yang bisa dipanen biasanya hanya mencapai 50-80 ekor saja,” timpalnya lagi.

Dikatakannya, indukan jantan bisa kawin hingga 8 kali dalam interval 2-3 minggu, sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan sekali saja.

“Indukan betina jika dikawinkan lebih dari sekali, akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin pada perkawinan berikutnya. Hasilnya, anakan ikan akan didominasi jenis betina,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya