Aplikasi M-Pajak Beri Kemudahan Masyarakat

Martapura, KP – Guna lebih mengenalkan Aplikasi M-Pajak, Kantor Pelayanan dan Konsultasi Perpajakan Martapura (KP2KP) Martapura melakukan sosialisasi di Radio Suara Banjar dengan narasumber Kepala Kantor KP2KP Heri Sukoco didampingi Staf Penyuluh Dina.

Menurut Heri, Aplikasi M–Pajak adalah salah satu program digitalisasi layanan yang dikembangkan DJIP. Dalam laman resminya menyatakan aplikasi ini kedepannya akan memiliki banyak keunggulan yang dapat dimanfaatkan wajib pajak.

”Aplikasi M–Pajak berfungsi memudahkan wajib pajak dalam membuat kode billing,” tandasnya pada program radio FM milik Diskominfostandi Banjar tersebut.

Aplikasi ini juga membantu wajib pajak menemukan informasi mengenai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dari posisi GPS ponsel, kemudian mendapatkan informasi pajak, terutama peraturan perpajakan terbaru.

”Dalam versi saat ini, menu pengaturan menampilkan nomor dan status peraturan,” jelas Heri.

Ditambahkan Dina, aplikasi M–Pajak adalah layanan yang termasuk model Click, menjadi kanal baru pelayanan publik dan mendorong peningkatan kepatuhan perpajakan. Untuk kemudahan wajib pajak, DJIP akan terus mengembangkan aplikasi ini dengan menambah layanan daring.

Berita Lainnya
1 dari 605

”Otoritas mengatakan, wajib pajak dapat menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu datang lagi ke kantor pajak,” tandasnya.

Terkait aplikasi M–Pajak, diakui Heri, saat ini karena terbilang baru, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan berharap nantinya dapat dimanfaatkan wajib pajak sebaik mungkin.

Dengan berbagai kemudahan ini, diharapkan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, mengingat penerimaan sektor pajak sangat banyak dibutuhkan masyarakat, apalagi pada masa Pandemi Covid-19 sekarang ini.

”Saat pandemi Covid-19, banyak sekali dana digelontorkan pemerintah untuk membiayai negara, mulai vaksinasi, biaya obat-obatan, rumah sakit, BPJS, BLT masyarakat, juga sektor pertanian dan perkebunan serta KUR,” tambah Heri.

Belum lagi biaya pendidikan yang harus dilakukan jarak jauh, kuota untuk siswa, biaya gaji guru, beasiswa LPDP ke Luar Negeri, perbaikan jalan, pembuatan jalan di pedesaan, semuanya hampir dibiayai dari sektor perpajakan.

Heri lalu mengajak masyarakat, bersama bergotong royong membangun negara dengan cara taat membayar pajak, karena satu rupiah uang kita yang masuk ke kas negara, sangat bermanfaat untuk negara. (Wan/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya