Bang Dhin: 5M dan 3T Harus Dilakukan Masif

Berita Lainnya

Tumbuhkan Kepemimpinan Pemuda Penggerak Masyarakat

Mobil BPK Wajib Laik Jalan

1 dari 3.561

Banjarmasin, KP – Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin mengatakan, rumah sakit rujuakn Covid-19 di Kalsel sudah terisi lebih dari 50 persen pasien, dan diperparah pasokan oksigen yang terbatas.
“Ini menunjukan Kalsel sedang tidak baik, dengan peningkatan kasus Covid-19 yang kini dirawat di rumah sakit,” kata Bang Dhin, panggilan akrab M Syaripuddin dalam rilis yang diterima KP, Minggu (25/7/2021), di Banjarmasin.
Untuk itu, Bang Dhin menghimbau agar seluruh masyarakat bersama-sama merybah prilaku, sebagai upaya dari hulu untung mengurangi beban fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang berada di hilir.
“Jadi tidak ada kompromi, harus menerapkan 3M dan 3T secara massif, agar bisa memutus penularan Covid-19 lebih cepat,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Ditambahkan, penerapan prilaku 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, kemudian dibarengi dengan 3T, yakni tracing, testing dan treatmen. “Ini dilakukan secara bersamaan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tambah Bang Dhin.
Berdasarkan data pada Kamis (22/7), menunjukkan Indonesia mencatat jumlah kematian baru sebanyak 1.449 orang. Total kasus Covid-19 aktif sebanyak 561.384. Indonesia berada di posisi ke-14 dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak Covid-19 global.
Sementara itu dari data Worldometers, secara rinci RI mencatat 3.033.339 kasus secara akumulatif sejak wabah muncul di 2020 dengan 79.032 kematian.
WHO merilis detail provinsi RI yang mengalami kenaikan kasus tertinggi, dengan peningkatan kasus di atas 150 persen. Kemudian sebanyak 21 provinsi (8 provinsi baru ditambahkan sejak minggu sebelumnya) kini telah melaporkan varian Delta dan proporsi tes positif lebih dari 20 persen di 33 dari 34 provinsi. Enam provinsi mengalami peningkatan lebih dari 150 persen adalah Banten (540%), Sumatera Utara (238%), Papua (233%), Kalimantan Selatan (196%), Jawa Timur (187%) dan Jambi (152%).
“Apabila seluruh masyarakat Indonesia mampu mematuhi protokol kesehatan, maka hal tersebut akan memberikan dampak positif yang besar,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Di sisi lain, pemerintah harus menjadikan PPKM yang dilaksanakan sebagai momentum pelaksanaan 3T dengan baik dan benar.
“Intinya, orang pembawa virus harus secepatnya ditemukan untuk diisolasi dan dirawat,” ujar Bang Dhin.
Setelah itu, orang yang terlibat kontak erat dengan orang pertama harus dites, diperiksa dengan cara swab-PCR. Bila terkonfirmasi positif, segera dirawat dan diisolasi dan begitu seterusnya. (lyn)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya