Pasien Covid Melonjak, RSUD Ulin Penuh, Stok Oksigen RS Menipis

Banjarmasin, KP – Ancaman kehabisan stok oksigen kini menghantui rumah sakit yang jadi rujukan pasien Covid-19. Padahal saat ini Kalimantan Selatan sedang mengalami lonjakan pasien Covid-19. Terlebih banyak pasien yang memerlukan penanganan medis khususnya oksigen.

Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin.

Saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (24/07) tadi malam. Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati mengatakan, saat ini pihaknya memang masih memiliki ketersediaan oksigen.

Stok oksigen itu tersimpan dalam 300 unit tabung berukuran satu setengah meter dan dua penampungan besar, masing-masing berisi liquid oksigen 4.500 kilogram dan 5.000 kilogram.

Namun ia memperkirakan jumlah tersebut hanya mampu bertahan hingga satu hari kedepan saja.

“Satu hari cukup, masih ada. Kan dibagi-bagi, sehari dua ada lagi datang stoknya,” ungkapnya pada awak media melalui sambungan telepon, Sabtu (24/07) tadi malam.

Ia mengakui, rata-rata oksigen di RSUD Ulin digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 yang bergejala. Apalagi ketika jumlah pasien yang terpapar virus asal Wuhan di Kalimantan Selatan ini belakangan mengalami peningkatan.

Kondisi lebih parah malah terjadi di RSUD Dr H Moch Ansari Saleh, Banjarmasin.

Pasalnya, Dr dr Izaak Zoelkarnain yang menjabat sebagai Direktur di rumah sakit yang beralamat di Jalan Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara itu membeberkan, stok oksigen di tempatnya hanya bisa bertahan hingga hari ini saja, yakni Minggu (25/07).

Berita Lainnya
1 dari 3.546

“Yang tabung kami ada 20, yang liquid baru saja diisi sekitar 6.000 kilo. Kemampuan oksigen mungkin hanya sampai hari Minggu saja. sedangkan pengiriman kami belum tahu. Mudah-mudahan besok ada kiriman lagi,” jelas Izaac.

Meski ia mengaku rutin melakukan pengisian liquid oksigen, guna memenuhi kebutuhan para pasien. Namun beberapa hari belakangan, kedatangan oksigen di rumah sakit yang dipimpinnya itu sedikit mengalami keterlambatan.

Hal itu pun tentunya membuat pihak rumah sakit harus bekerja lebih ekstra, untuk memenuhi kebutuhan pasien.

“Beberapa hari terakhir pengiriman mepet-mepet terus, sehingga kami harus kejar-kejaran memenuhi kebutuhan pasien,” ungkapnya.

Lantas, apakah status PPKM Level IV bakal berpengaruh dengan ketersediaan stok oksigen? Mengingat vonis yang dikeluarkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Republik Indonesia itu berlaku di dua wilayah. Yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.

Sedangkan lokasi dua rumah sakit milik Pemprov Kalsel ini berada di Ibukota Provinsi. Yakni Banjarmasin.

Terkait hal itu, Izaak hanya bisa berharap untuk suplai oksigen di RSUD Dr H Moch Ansari Saleh tidak terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Suciati, ia juga mengaku hanya bisa berharap distribusi oksigen ke Kalimantan Selatan tidak mengalami gangguan, agar kebutuhan pasien bisa terpenuhi.

“Selama ini yang suplai oksigen ke kami ada dua, satu yang dari Jawa, satu lagi ada yang dari Kalimantan Timur,” ujar Suci.

Ia pun berpesan kepada masyarakat, agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Misal kalau mau kerja pakai masker, mau ketemu keluarga jauh mending ditunda dulu, karena sekarang ini sudah banyak yang terpapar,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya