PTM di HST Untuk Sementara Kembali Ditunda

Barabai, KP – Pj Sekda Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhammad Yani, yang di dampingi PLT Kepala Dinas Pendidikan M Anhar.

Sekda mengatakan setelah mengadakan rapat dengan, Forkopimda diantaranya, Bupati HST H Aulia Oktafiandi, Komandan Kodim, Kapolres, Kajari dan lainnya untuk sementara PTM akan di tunda selama satu Minggu ke depan, ungkap sekda saat confresi pers, Jumat (16/7/2021) di pers room.

Menurut sekda dari hasil rapat tersebut, ada beberapa kesimpulan terutama dari serangan Covid -19 ini, grafit trenkita sangat naik di RSUD kita juga mengalami peningkatan, walaupun di HST ini belum zona merah namun sudah Oren.

Antara Oren dan merah itu tipis amat indikatornya, sehingga dari hasil pertemuan menyimpulkan, pertama kesehatan dan keselamatan warga masyarakat HST itu adalah prinsip utama, kewaspadaan dan ketelitian adalah prinsip bersama.

Menjabarkan semua ini bahwa, BPKM, di tingkat desa menjadi modal utama untuk pengandalian  sesuai instruksi Mentri Dalam Negeri.

Sebelum BPKM kuat maka kita menunda PTM, terbatas ini selama satu minggu, berkerja keras untuk menguatkan BPKM mikro di Perdesaan, yang standar karena itu sudah diamanatka delapan persen dari dana alokasi desa itu untuk BPKM mikro.

Karena selama ini setelah di evaluasi itu hanya ada sepanduk dan tidak ada kegiatan padahal di situ adalah basis, pengendalian Covid -19, bagi ASN yang melakukan perjalanan dinas pulangnya wajib melakukan sweep antigen untuk bisa masuk lagi kewilayah ini.

Berita Lainnya
1 dari 461

Karena saat ini saja HST ada kenaikan tiga orang per hari jadi trennya naik dan itu yang dilaporka, kita takutnya ada bendera hijau di zona hijau itu yang kita khawatirkan dan diwaspadai,”ungkap sekda.

Melakukan itu sejak hari ini untuk memperkuat BPKM mikro, dan kami turun kelapangan dan mulai hari ini yang dimulai oleh Asisten satu, bersama Kadis PMD bersama-sama untuk penguatan itu minimal ada di sekala kecamatan minimal ada tiga desa dulu sebagai contoh.

Dalam rekomendasi untuk BTM itu orang-orang di BPKM mikro kita libatkan disitu sesuai surat edaran bupati yang sedang di proses dan harus ada rekomendasi dari posko, BPKM mikro sehingga semua ini bisa terkodinir dan berjalan dengan baik.

Keselamatan dan kesehatan itu yang kita prioritas utama, oleh karena itu lebih baik bersabar satu Minggu, lebih detil lagi karena dari zona 39 yang akan buka setelah di evaluasi sesuai data yang bergerak, sampai hari Kamis malam yang bisa buka hanya 60 persen, itu juga yang tadinya sudah kuning sekarang mulai ada merah-merahnya.

Untuk PTM sendiri nanti pada hari Rabu 21/7 kita evaluasi kembali, dan target hari Jumat nanti sudah final evaluasinya untuk keputusannya PTM, rencana untuk wilayah kecamatan Barabai ful terutama paud wajib hijau dan ternyata ada juga perubahan, yang lebih penting panesmen, bagi tenaga pendidik yang tidak mau di vaksin bukan alasan medis tapi alasan idiologis mohon maaf, kita akan menyiapkan beberapa perangkat untuk panismen, contoh salah satu TK ada guru kontrak orangnya tidak mau vaksin ya kita putus kontraknya.

Begitu juga dengan guru-guru yang lain kalau tidak mau vaksin akan ada sangsinya, atminitratip memang yang tidak mau vajsin, satu sekolah ada salah satu dari sekolah tersebut tidak vaksin misalnya penjaga sekolah tetap tutup sekolah tersebut kecuali alasan medis ada penyakit apa membawa catatan dari vaksinator.

Hal itu pun akan kita cari titik kebijakan bagaimana, misalnya mereka ada yang hamil atau apa nanti akan dicarikan solusinya kalau alasan biologis tidak ada toleransi.

Saat ini karena vaksin lagi rebutan HST minta 9.000 lebih cuma dapa 3.000 orang yang akan di ambil Jumat 16/7, ungkapnya. (adv/ary/K-6)
 

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya