80 Persen Guru di Banjarmasin Sudah Divaksin

Banjarmasin KP – Kepala Dinas Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, hingga kini sasaran vaksinasi khusus untuk tenaga pendidik atau guru di Banjarmasin rata-rata sudah divaksin.

” Dari data yang diterima 87 persen untuk guru SD sudah divaksin. Sementara guru SMP jumlahnya lebih banyak lagi yakni 90 persen lebih yang sudah divaksin,” kata Totok Agus Daryanto.

Kendati demikian, saat berada di gedung DPRD Kota Banjarmasin menghadapi persetujuan bersama disahkannya RAPBD Perubahan tahun anggaran 2021, Kamis (26/8/2021), Totok Agus belum berani memastikan untuk melaksanakan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Ia menegaskan, PTM atau proses mengajar dan belajar di sekolah kemungkinan akan dibuka jika setelah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Banjarmasin Level IV tidak diperpanjang lagi.

” Atau status PPKM dari level 4 turun ke level 3 dan 2 menyusul harapan kita bersama melandainya pandemi virus corona (Covid-19) khususnya di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Sebelumnya ia menjelaskan, setelah sempat beberapa pekan sekolah di Banjarmasin terpaksa harus menghentikan kembali PTM karena sejumlah daerah di Kalsel termasuk Kota Banjarmasin ditetapkan PPKM dengan status level 4 hingga akhir Agustus bulan ini.

Berita Lainnya

BIN Sasar Vaksin ke MAN

APBD 2022 Fokus Percepatan Penanganan Covid-19

1 dari 3.576

Menurutnya, akibat diterapkannya PPKM tersebut proses belajar mengajar kembali seperti awal ditetapkannya PSBB diberlakukan yakni secara daring atau online.

“Kita tunggu dulu bagaimana hasil PPKM Level nanti. Jika statusnya turun ke level 3 atau 2, PTM kemungkinan kembali kita laksanakan, namun masih dengan protokol kesehatan yang ketat,” tandas Totok Agus Daryanto.

Lebih jauh ia menjelaskan, meski pemerintah pusat mengisyaratkan memperbolehkan dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka, namun dengan syarat siswa sudah divaksin.

Disinggung soal syarat vaksin bagi siswa sebagai syarat lampu hijau mengikuti PTM, Totok Agus sapaan akrabnya memastikan jika vaksin yang diberikan ke siswa harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari orang tua siswa yang bersangkutan.

“Namun bagi siswa yang tidak divaksin pun tetap diperbolehkan masuk sekolah. Tidak wajib harus divaksin,” terangnya.

Menurutnya, ditemukannya beberapa kasus murid terpapar Covid-19 selama ini bukan dari sekolah, tapi di rumah atau lingkungan pergaulan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya