Hidayatullah Muttaqin Luruskan Covid di Banjarmasin Belum Membaik

Banjarmasin, KP – Klaim terjadinya penurunan kasus di Kota Banjarmasin, dipandang berbeda oleh anggota Tim Pakar Covid-19 di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin.

Ia menilai, turunnya insidensi kasus terkonfirmasi positif di Kota Banjarmasin, erat kaitannya dengan berkurangnya jumlah penduduk yang menjalani tes Covid-19.

Muttaqin memberikan gambaran berdasarkan hasil dari data Kementerian Kesehatan RI. Pada tanggal 2 Agustus jumlah warga yang menjalani tes dalam sepekan terakhir sebanyak 3.546.

“Sedangkan sepekan kemudian, hingga tanggal 8 Agustus, yang menjalani tes hanya sebanyak 2.997 orang,” ungkapnya pada awak media melalui pesan singkat, Selasa (10/08) siang.

Sementara itu. Bila memandang situasi Kota Banjarmasin terkini, Kota Banjarmasin masih dianggapnya kurang membaik. Alhasil, hal ini pula yang membuat Kota Banjarmasin, masih berstatus Level 4.

“Secara sederhana, laju insidensi COVID-19 di Banjarmasin dalam dua pekan terakhir masih sangat tinggi. Risiko masyarakat terinfeksi virus corona sangat tinggi. Sementara kapasitas respon yang berkaitan dengan 3T, juga masih sangat terbatas,” bebernya.

Berita Lainnya

Bakal Ada Banyak Kursi dan Lampu Taman

1 dari 3.541

Ia pun kembali merujuk pada data Kemenkes RI. Kondisi sepekan terakhir hingga 9 Agustus misalnya, kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak 122 kasus per 100 ribu penduduk.

Sedangkan pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit (RS) di Kota Banjarmasin bertambah sebesar 91 pasien per 100 ribu penduduk, dan yang meninggal bertambah 12 kasus per 100 ribu penduduk.

Untuk itu, Muttaqin pun kembali mengingatkan pemerintah bahwa tujuan dari PPKM Level 4 adalah untuk menurunkan insidensi kasus, risiko paparan Covid-19 bagi masyarakat, serta meningkatkan kapasitas respon kesehatan.

Untuk mencapai hal tersebut maka PPKM Level 4 mesti berjalan efektif. Caranya, disamping meningkatkan kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan, pemerintah juga mesti menurunkan mobilitas penduduk secara signifikan.

Menurut Muttaqin, setidaknya pemerintah mesti menekan mobilitas penduduk sebanyak 50 persen.

“Sayangnya, apa yang kita lihat selama dua pekan terakhir, mobilitas penduduk tidak mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan dalam waktu terakhir ada kecenderungan meningkat,” kritiknya.

Padahal, menurutnya, jika dua hal itu bisa dicapai, tentu ha tersebut sangat membantu dalam menurunkan insidensi kasus. “Dan ini tentu memerlukan keseriusan pemerintah, dan kita semua sebagai masyarakat,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya